ITime.id ,Salatiga 27 November 2025 . Pemerintah Kota Salatiga kembali melangkah maju dalam upaya memperkuat tata kelola pembangunan daerah. Melalui peluncuran aplikasi Si Pandu atau Sistem Informasi Pengelolaan Usulan Pembangunan, seluruh proses pengajuan hingga pemantauan usulan pembangunan kini dilakukan secara digital, terstruktur, dan dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
Penerapan aplikasi ini menjadi salah satu inovasi terbaru Pemkot Salatiga untuk merespons kebutuhan publik yang semakin menuntut layanan cepat, transparan, dan mudah diakses. Si Pandu hadir sebagai platform satu pintu untuk menampung aspirasi warga dan memantau progres pembangunan di setiap wilayah.
Transformasi Digital dalam Perencanaan Daerah
Sebelumnya, proses pengajuan usulan pembangunan—mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, hingga OPD—sering kali bergantung pada dokumen fisik dan komunikasi manual. Pola tersebut dinilai tidak lagi efisien serta rawan terjadi ketidakteraturan data.
Melalui Si Pandu, seluruh rangkaian proses kini terdigitalkan.
Mulai dari:
- penginputan usulan pembangunan oleh masyarakat,
- verifikasi berjenjang oleh kelurahan dan kecamatan,
- hingga proses analisis dan sinkronisasi oleh OPD terkait.
Semua dilakukan dalam satu sistem terpadu.
Pejabat Bidang Perencanaan Kota Salatiga menyampaikan bahwa digitalisasi ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi di tingkat daerah.
“Salatiga tidak hanya ingin cepat dalam pelayanan, tetapi juga ingin memastikan setiap usulan warga tercatat dan dapat ditindaklanjuti. Dengan Si Pandu, jejak proses pembangunan menjadi lebih jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Memudahkan Warga, Mengontrol Anggaran Lebih Tepat
Salah satu kekuatan utama Si Pandu adalah keterbukaan informasi. Warga tidak hanya bisa mengajukan usulan, tetapi juga dapat melihat langsung status perkembangan usulan mereka:
- apakah sedang diverifikasi,
- sudah diteruskan,
- atau masuk daftar prioritas pembangunan tahun berikutnya.
Fitur ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses perencanaan pemerintah daerah, sekaligus mengurangi potensi miskomunikasi yang selama ini kerap terjadi antara masyarakat dan perangkat pemerintahan.
Bagi pemerintah, data digital ini memberikan gambaran jelas mengenai kebutuhan setiap wilayah, sehingga penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan dapat dilakukan dengan lebih akurat dan tepat sasaran.
Kesiapan Salatiga Menuju Kota Cerdas
Peluncuran Si Pandu disebut sebagai pijakan penting menuju smart governance, salah satu pilar utama pembangunan smart city di Salatiga.
Aplikasi ini juga dirancang agar kompatibel dengan sistem data pembangunan yang sudah digunakan pemerintah, sehingga proses integrasi dapat berjalan lebih cepat.
Dalam beberapa bulan ke depan, Pemkot Salatiga berencana menggelar sosialisasi intensif berkala—mulai dari kelurahan, sekolah, lembaga kemasyarakatan, hingga komunitas digital—agar masyarakat benar-benar memahami manfaat dan cara menggunakan aplikasi tersebut.
“Keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan Si Pandu. Pemerintah menyediakan platformnya, masyarakat yang mengisi dan memanfaatkan,” tambah pejabat terkait.
Arah Baru Pembangunan Berbasis Partisipasi
Si Pandu bukan hanya sekadar aplikasi, tetapi simbol perubahan pendekatan pembangunan. Jika sebelumnya aspirasi warga sering mengalir tanpa dokumentasi yang jelas, kini seluruh usulan memiliki rekam jejak resmi, dapat dipantau kapan saja, dan disimpan sebagai data historis untuk perencanaan jangka panjang.
Dengan sistem baru ini, Pemkot Salatiga berharap proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan merata. Pada akhirnya, hadirnya Si Pandu menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif.
Reina

