ITime.id – 28 November 2025 . Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan dan kebutuhan akan ekonomi berkelanjutan, pabrik-pabrik daur ulang plastik di Indonesia mulai menunjukkan potensi ekonomi yang luar biasa. Industri ini tidak hanya mengurangi beban sampah plastik, tetapi juga membuka peluang usaha bernilai tinggi yang terus berkembang setiap tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan global terhadap material hasil daur ulang—terutama recycled polyethylene terephthalate (rPET) dan high-density polyethylene (HDPE)—meningkat pesat. Kondisi ini membuat banyak pabrik daur ulang di Indonesia mengalami pertumbuhan kapasitas produksi hingga dua kali lipat.
Direktur sebuah pabrik daur ulang di Jawa Barat mengungkapkan bahwa limbah plastik yang sebelumnya dianggap sampah kini menjadi bahan baku bernilai tinggi. “Botol plastik bekas yang dikumpulkan dari masyarakat bisa menghasilkan produk rPET yang harganya jauh lebih tinggi di pasar internasional,” ujarnya.
Data internal beberapa pabrik menunjukkan bahwa:
- 1 ton botol plastik bekas dapat menghasilkan
700–800 kg serpihan rPET bernilai ekonomi tinggi. - Harga rPET stabil di tingkat industri karena banyak digunakan untuk pembuatan botol minuman, kemasan makanan, hingga serat tekstil ramah lingkungan.
- Produk daur ulang tertentu bahkan memiliki nilai jual hingga tiga kali lipat dibanding plastik mentah biasa.
Model ekonomi sirkular—di mana produk dapat digunakan kembali, diolah ulang, dan kembali ke siklus industri—menjadi konsep yang kini digencarkan pemerintah. Pabrik daur ulang berperan sebagai penggerak utama sistem ini.
Keberadaan pabrik daur ulang plastik mampu:
- Mengurangi tekanan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA)
- Menghemat energi dan bahan baku industri
- Membuka lapangan kerja di sektor pengumpulan, pemilahan, dan produksi
- Mendorong UMKM berbasis kerajinan daur ulang di berbagai daerah
Beberapa pabrik bahkan bermitra dengan komunitas pemulung dan bank sampah, memastikan nilai ekonomi juga dirasakan langsung oleh masyarakat lapisan bawah.
Indonesia kini menjadi salah satu negara Asia yang dipandang memiliki potensi besar sebagai pemasok bahan baku plastik daur ulang. Pasar Eropa dan Jepang disebut sebagai tujuan utama ekspor serpihan plastik daur ulang dengan nilai transaksi miliaran rupiah setiap tahun.
Dengan meningkatnya standar lingkungan global, industri ini diyakini akan terus berkembang. Banyak pabrik berinvestasi pada teknologi mesin pencuci, penggiling, dan extruder modern untuk meningkatkan kualitas hasil daur ulang sehingga memenuhi standar pangan internasional.
Jika industri daur ulang terus mendapat dukungan investasi dan kebijakan yang tepat, para pengamat meyakini Indonesia tidak hanya dapat mengurangi polusi plastik secara signifikan, tetapi juga meraih keuntungan ekonomi besar. Pemerintah mencanangkan target Indonesia bebas sampah plastik di lautan pada tahun 2040, di mana pabrik daur ulang memiliki peran sentral dalam pencapaiannya.
Reina

