Itime.id – Kebumen – Pengisian kekosongan perangkat desa Kepala Dusun (Kadus) Desa Bonorowo, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, diduga warga menduga ada pengondisian dengan sejumlah uang.
Perihal tersebut diatas AM, salah satu warga Desa Bonorowo membenarkan. Ia menyampaikan bahwa kabar terkait dugaan pengondisian tersebut sudah sangat kencang di lingkungan sekitar.
“Informasi pengondisian terkait pengisian Kadus di sini sudah ramai, malah dengar-dengar ada yang menggunakan uang sampai 35 juta rupiah demi menjabat sebagai Kadus di sini,” terang AM saat dikonfirmasi tim media di rumahnya.

AM melanjutkan bahwa pengisian kekosongan Kadus di Desa Bonorowo hanya ada satu, namun yang ikut serta mendaftar ada tiga calon. Menurutnya, salah satu calon yang bakal menjadi Kadus setempat sudah terkondisikan oleh Pemdes setempat dengan menggunakan sejumlah uang.
“Di sini yang kosong hanya satu yaitu Kadus 4, tapi yang ikut jadi peserta ada 3 orang. Tapi anehnya, siapa yang akan menjadi Kadus seolah sudah terkondisikan dengan memberikan sejumlah uang kepada Pemdes,” lanjutnya.
AM menambahkan bahwa seharusnya yang bakal menjadi Kadus 4 bukan jatuh pada yang terpilih saat ini. Menurutnya, banyak kekurangan yang sangat mencolok di lingkungan masyarakat sekitar.
“Seharusnya yang jadi Kadus 4 bukan dia, tapi jatuh pada orang lain. Sebab yang terpilih saat ini banyak kekurangannya. Makanya kami dapat memastikan kemenangan itu sudah diatur oleh uang, bukan karena segi kemampuan atau kinerjanya,” katanya.

Sementara itu, SU, warga sekitar, mengungkapkan bahwa sebelum ada pendaftaran pengisian perangkat desa, sudah ada tanda-tanda ketidak keterbukaan antara panitia, Pemdes, dan warga yang akan mendaftar menjadi Kadus setempat.
“Masih jauh-jauh hari sebelum ada pembukaan pendaftaran untuk pengisian perangkat desa, warga sini sudah mulai curiga, karena nampak ada sesuatu yang disembunyikan antara panitia, Pemdes dengan pendaftar calon Kadus. Intinya, warga tidak puas dengan hasil keputusan,” ungkapnya.
SU juga menambahkan bahwa warga Desa Bonorowo mencurigai Ibu Kades dengan salah satu panitia pengisian kekosongan Kadus. Banyak dugaan terlibat ikut bermain di dalamnya.
“Saya menduga bahwa Bu Kades dan salah satu panitia ada sesuatu sepertinya mereka sudah mengatur siapa yang bakal jadi Kadus di sini,” imbuhnya.
KADES BONOROWO MENYANGGAH TUDUHAN PENGONDISIAN
Kepala Desa (Kades) Bonorowo, Sadat Purnomo, menyanggah pernyataan dari warga yang menduga adanya pengondisian dalam pengisian perangkat desa. Ia menegaskan bahwa tidak ada kecurangan dari pihak panitia maupun Pemdes dalam proses pengisian kekosongan Kadus.
“Dalam pengisian perangkat di sini dari awal proses sampai acara pemilihan calon Kadus tidak ada pengondisian dari pihak manapun. Entah dari panitia, Pemdes, maupun Bu Kades itu sendiri. Sangat tidak mungkin sekali,” tegas Sadat Purnomo.
Sadat Purnomo menjelaskan bahwa proses pengisian sudah sesuai dengan mekanisme peraturan yang berlaku. Ia juga menambahkan bahwa apabila ada warga yang menduga adanya pengondisian, hal itu sangat tidak dibenarkan.
“Dalam pengisian kekosongan Kadus, kami pastikan sudah sesuai prosedur dan jika ada warga yang mencurigai adanya pengondisian, hal itu sangat tidak benar,” pungkas Sadat Purnomo.
Pernyataan Kades Bonorowo ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, apakah benar tidak ada pengondisian dalam pengisian perangkat desa tersebut? Ataukah ada hal lain yang tidak terungkap? Warga Desa Bonorowo tentunya berharap agar proses pengisian perangkat desa dapat berjalan transparan dan adil.
(SND)
