ITime.id – Jakarta 30 November 2025 .Gelombang globalisasi yang semakin cepat membuat Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang kian ketat, peningkatan taraf ekonomi masyarakat menjadi prioritas utama agar Indonesia tidak tertinggal dalam arus perubahan dunia.
Para pengamat ekonomi menilai, pemerintah memiliki peran sentral dalam memastikan adaptasi ekonomi berjalan seimbang. Tidak hanya dalam membangun regulasi yang berpihak pada masyarakat, tetapi juga dalam menggandeng rakyat melalui pemberdayaan yang nyata dan terukur.
Globalisasi membawa peluang—mulai dari terbukanya pasar internasional hingga percepatan teknologi—namun juga menyimpan ancaman jika ekonomi lokal tidak diperkuat. Produk UMKM, sektor pertanian, hingga industri kreatif menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
“Jika ekonomi akar rumput kuat, guncangan global tidak akan terlalu menghantam,” ujar seorang analis ekonomi nasional dalam diskusi kebijakan publik, Sabtu (30/11).
Pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi, dan modernisasi sektor pangan dinilai sebagai kunci penting untuk meningkatkan daya saing bangsa.
Meski masyarakat berperan penting dalam mendorong produktivitas, pemerintah tetap menjadi aktor kunci dalam menghubungkan peluang global dengan kekuatan lokal. Kebijakan yang responsif dan kemitraan yang inklusif menjadi kebutuhan mendesak.
Ada tiga langkah utama yang ditekankan sejumlah ekonom:
- Akses permodalan yang mudah dan terjangkau
Banyak pelaku usaha kecil masih sulit mendapatkan pinjaman modal akibat persyaratan yang rumit. Pemerintah diminta memperluas skema pembiayaan rakyat yang cepat dan tidak membebani. - Pelatihan dan pendampingan digital
Transformasi digital tak bisa lagi ditunda. Di era globalisasi, kemampuan memasarkan produk secara online adalah syarat mutlak agar bisa bersaing. - Peningkatan infrastruktur dan jaringan distribusi
Infrastruktur yang merata memudahkan produk lokal menjangkau lebih banyak pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kebijakan ekonomi dinilai akan berdampak maksimal jika rakyat dilibatkan sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek program pemerintah. Pendekatan kolaboratif—mulai dari tokoh desa, komunitas usaha, hingga anak muda—disebut sebagai langkah tepat untuk menciptakan ekonomi yang inklusif.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kekuatan ekonomi bangsa sebenarnya ada di tangan rakyat,” ujar seorang peneliti sosial ekonomi dari Universitas Indonesia.
Dengan menjalin kemitraan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan taraf ekonomi secara signifikan meski berada di tengah arus globalisasi yang tidak terhindarkan. Harapannya, pembangunan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi merata hingga ke pelosok negeri.
Reina

