iTime.id – Jakarta. 1 Desember 2025 .
Sumber internal yang dekat dengan lingkar bisnis keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan bahwa mantan Presiden RI tersebut tengah mempertimbangkan pembangunan sebuah hotel berbintang sebagai bagian dari ekspansi investasi di sektor pariwisata. Meski belum ada pernyataan resmi, kabar ini mulai mencuri perhatian publik dan para pelaku industri perhotelan.

Menurut informasi yang dihimpun, rencana tersebut muncul dari meningkatnya potensi wisata di beberapa kota besar serta kawasan destinasi prioritas nasional. Pihak yang dekat dengan keluarga SBY menyampaikan bahwa proyek hotel tersebut masih dalam tahap kajian awal dan penjajakan lokasi.
Rencana investasi ini dikabarkan akan menekankan konsep pariwisata berkelanjutan—mulai dari desain ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar. Sumber internal menyebut bahwa pendekatan tersebut mengikuti tren global dalam pembangunan hotel modern.
“Konsep hotel yang sedang dipertimbangkan mengarah pada eco-luxury, menonjolkan kenyamanan premium namun tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar salah satu narasumber yang enggan disebut namanya.
Jika terealisasi, hotel ini bukan hanya menambah portofolio bisnis keluarga SBY, tetapi juga berpotensi membuka banyak lapangan kerja. Industri pariwisata sendiri menjadi salah satu sektor yang dinilai mampu mendorong pemulihan ekonomi di berbagai daerah.
Pengamat industri pariwisata, Andri Mahendra, menyatakan bahwa keterlibatan tokoh publik dalam investasi sektor ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar.
“Ketika nama besar turut masuk ke bisnis perhotelan, biasanya efeknya mampu memperkuat citra destinasi dan mendorong minat investor lain,” jelasnya.
Hingga kini, pihak SBY maupun keluarga belum memberikan konfirmasi langsung terkait rencana pembangunan hotel tersebut. Namun, spekulasi terus berkembang seiring aktivitas survei lokasi yang disebut-sebut telah dilakukan oleh beberapa tim konsultan properti.
Publik kini menantikan pernyataan resmi apakah proyek tersebut akan dilanjutkan atau masih dalam tahap evaluasi.
Rekna

