ITime.id – Nasional 2 Desember 2025 . Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir mengakibatkan serangkaian bencana alam di beberapa daerah. Banjir, longsor, serta angin puting beliung terjadi di wilayah Jawa hingga Sumatera dan Kalimantan, memaksa ribuan warga mengungsi.

Banjir Rendam Demak dan Bandung Selatan
Hujan deras sejak awal pekan membuat Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali terendam banjir. Luapan Sungai Tuntang menyebabkan ketinggian air mencapai 80–120 cm di Kecamatan Karanganyar dan Guntur. Ratusan warga dievakuasi ke balai desa dan sekolah terdekat.
Sementara itu, Bandung Selatan, Jawa Barat, mengalami banjir merata di wilayah Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Sungai Citarum yang tak mampu menahan debit air tinggi menjadi pemicu utama.
BPBD Jawa Barat mencatat lebih dari 1.200 rumah terdampak dan akses jalan utama sempat lumpuh.
Longsor Terjang Agam (Sumbar) dan Tana Toraja (Sulsel)
Bencana longsor terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tepatnya di kawasan Malalak. Material tanah menutup badan jalan provinsi hingga sepanjang 40 meter, membuat kendaraan tidak dapat melintas berjam-jam. Petugas masih berupaya membersihkan area menggunakan alat berat.
Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, longsor terjadi di Kecamatan Makale Utara. Dua rumah warga tertimbun sebagian, dan satu keluarga dievakuasi karena kondisi tanah dinilai masih labil.
Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo dan Lombok Timur
Angin puting beliung melanda Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu sore. Sedikitnya 25 rumah mengalami kerusakan di Desa Sumberejo dan sekitarnya. Atap rumah berterbangan, sementara tiang listrik roboh dan memicu pemadaman sementara.
Di Lombok Timur, NTB, puting beliung juga menyebabkan kerusakan pada belasan rumah di Kecamatan Sakra Barat dan Terara.
Pemerintah Perkuat Respons Darurat
BMKG memperingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah Jawa, Sumatera bagian barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, dan Polri sudah turun ke lokasi untuk distribusi bantuan logistik, evakuasi warga, serta kaji cepat kerusakan.
“Kami minta masyarakat tetap waspada, terutama di daerah bantaran sungai dan lereng bukit,” ujar Kepala BPBD Jawa Tengah.
Reina

