ITime.id – 2 Desember 2025 Kekayaan bawah laut Indonesia kembali menjadi sorotan setelah sejumlah peneliti kelautan melakukan eksplorasi di beberapa kawasan terumbu karang di wilayah Indonesia Timur. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa keberadaan biota laut yang hidup di sela-sela karang memainkan peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Terumbu karang dikenal sebagai “rumah” bagi ribuan spesies biota laut. Di antara celah-celah karang, hidup ikan warna-warni seperti clownfish, butterflyfish, dan wrasse yang bergantung pada karang sebagai tempat berlindung dan mencari makan. Selain itu, biota kecil seperti udang pembersih, keong laut, bintang laut, dan anemon menjadi penghuni tetap yang memperkaya rantai kehidupan bawah laut.
Para peneliti menyebutkan bahwa tingkat keanekaragaman hayati di wilayah karang Indonesia termasuk tertinggi di dunia. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai bagian dari Coral Triangle, pusat biodiversitas laut global.
Biota laut yang hidup di antara karang tidak hanya mempercantik panorama bawah laut, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang signifikan. Mereka membantu menjaga kesehatan karang dengan memakan alga berlebih, membersihkan parasit pada ikan, serta menjaga keseimbangan rantai makanan.
“Jika salah satu komponen di ekosistem karang hilang, maka seluruh sistem bisa terganggu. Karena itu, biota kecil sekalipun memiliki pengaruh besar,” ujar salah satu peneliti kelautan dalam laporan ilmiahnya.
Di balik keindahan tersebut, ekosistem karang Indonesia menghadapi ancaman serius seperti pemanasan global, penangkapan ikan dengan bahan peledak, penumpukan sampah plastik, hingga sedimentasi berlebih dari pembangunan pesisir.
Fenomena coral bleaching atau pemutihan karang menjadi salah satu ancaman terbesar karena dapat memusnahkan koloni karang secara massal. Jika karang mati, ribuan biota laut yang bergantung padanya juga akan kehilangan habitat.
Sejumlah komunitas penyelam, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah terus menggalakkan program pelestarian karang melalui transplantasi karang, patroli keamanan laut, dan edukasi masyarakat pesisir.
Program transplantasi karang terbukti mampu memulihkan area yang rusak dengan membudidayakan bibit karang hingga tumbuh kembali dalam beberapa tahun.
Dengan langkah pelestarian yang konsisten, para ahli meyakini bahwa ekosistem terumbu karang Indonesia dapat terus terjaga. Keindahan biota laut di antara karang-karang tidak hanya menjadi aset ekologi, tetapi juga potensi wisata bahari yang bernilai tinggi bagi masyarakat lokal.
Reina

