ITime.id — Bandung 7 Desemberan 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrem pada akhir tahun. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, strategi penanganan cepat dan penguatan mitigasi kini dijalankan secara menyeluruh di daerah rawan banjir, longsor, hingga angin kencang.

Sejak memasuki Desember, laporan pergerakan tanah serta intensitas hujan tinggi meningkat di sejumlah kabupaten/kota. Menyikapi hal itu, Pemprov Jabar menetapkan status siaga dan menyiagakan personel di lebih dari 70 titik pengawasan.
Respons Cepat Dijalankan, Posko Siaga 24 Jam Diaktifkan
BPBD Jabar memastikan seluruh posko siaga bencana beroperasi penuh 24 jam. Tim gabungan—meliputi BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, hingga aparat desa—telah disiagakan untuk merespons setiap laporan warga dalam waktu singkat.
“Kami memprioritaskan keselamatan masyarakat. Ketika laporan masuk, tim langsung bergerak tanpa menunda waktu,” ujar perwakilan BPBD Jabar dalam keterangannya.
Pemprov Jabar juga memperkuat penggunaan sistem peringatan dini melalui pemantauan curah hujan, kondisi tanah, dan debit sungai yang diperbarui setiap hari.
Evakuasi Cepat dan Bantuan Logistik Terus Dikirim
Di beberapa wilayah yang sudah terdampak banjir serta longsor, pemerintah telah menurunkan logistik tambahan berupa tenda darurat, perahu, makanan siap santap, air bersih, selimut, hingga obat-obatan. Mekanisme distribusi bantuan dibuat lebih cepat agar tidak ada daerah yang mengalami keterlambatan.
Tim lapangan juga memetakan ulang daerah rawan pergerakan tanah, terutama di kawasan perbukitan Jawa Barat bagian tengah dan selatan.
Imbauan Kewaspadaan untuk Warga
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau tetap waspada, terutama pada malam hari ketika hujan deras turun tiba-tiba. Pemerintah menyediakan saluran laporan cepat melalui call center BPBD Jabar serta kanal informasi cuaca harian.
Pemprov Jabar meminta masyarakat segera melapor jika ada tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, suara gemuruh dari perbukitan, atau kenaikan debit air di sungai-sungai kecil.
Langkah Mitigasi Jangka Panjang Diperkuat
Selain respons cepat, pemerintah juga menyiapkan program jangka panjang, di antaranya:
- Pembangunan dan perbaikan tanggul pengendali banjir
- Edukasi kebencanaan di sekolah dan komunitas
- Penanaman vegetasi untuk mencegah longsor
- Penguatan kapasitas relawan desa siaga bencana
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menghadapi cuaca ekstrem secara terukur, cepat, dan meminimalkan risiko korban serta kerugian.
Reina

