ITime.id – 8 Desember 2025 .Pelayanan BPJS Kesehatan kembali menjadi sorotan masyarakat setelah banyak warga dari berbagai daerah melaporkan bahwa layanan yang diberikan di sejumlah rumah sakit masih belum merata. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena dinilai menghambat akses kesehatan yang seharusnya mudah dan adil bagi seluruh peserta.

Keluhan Meningkat: Antrian Panjang dan Pembatasan Layanan
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga mengeluhkan panjangnya antrean dan pembatasan kuota pasien BPJS. Banyak peserta terpaksa datang dini hari demi mendapatkan nomor pelayanan, namun tetap gagal mendapat giliran karena kuota harian cepat habis.
“Sudah datang sebelum subuh, tapi nomor antrean untuk pasien BPJS habis dalam hitungan jam. Kadang kami diminta kembali besok,” ujar Nur Hidayati, warga Kabupaten Kudus, saat ditemui tim itime.id.
Selain antrean, beberapa rumah sakit juga disebut membatasi jenis layanan yang dapat diakses peserta BPJS dengan alasan teknis maupun administratif.

Rumah Sakit Mengakui Keterbatasan Sumber Daya
Pihak rumah sakit di sejumlah kota mengonfirmasi bahwa tingginya jumlah peserta BPJS tidak sebanding dengan kapasitas dan sumber daya mereka. Keterbatasan ruang rawat inap, tenaga medis, dan lambatnya proses klaim menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran layanan.
“Jumlah pasien BPJS meningkat setiap tahun, tetapi jumlah dokter dan fasilitas tidak bisa langsung ditambah. Kami masih berupaya menyesuaikan kapasitas,” kata salah satu pejabat rumah sakit daerah di Yogyakarta.
Beberapa fasilitas kesehatan juga mengeluhkan gangguan sistem verifikasi hingga antrean digital yang tidak stabil, sehingga pelayanan harus dilakukan secara manual.
BPJS Kesehatan Janji Evaluasi dan Perbaikan
Pihak BPJS Kesehatan pusat menegaskan bahwa pemerataan pelayanan menjadi prioritas utama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas kesehatan mitra akan terus dilakukan, termasuk peningkatan sistem antrean dan pemerataan tenaga medis di daerah padat peserta.
BPJS juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi apabila mengalami hambatan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Harapan Masyarakat: Pelayanan Merata Tanpa Diskriminasi
Peserta BPJS berharap pemerintah, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit dapat segera memperbaiki kekurangan yang ada. Warga menilai bahwa pelayanan kesehatan yang merata merupakan hak dasar yang harus dijamin oleh negara tanpa perbedaan perlakuan antar pasien.
Dengan jumlah peserta BPJS yang terus bertambah, masyarakat berharap peningkatan fasilitas, tenaga medis, dan sistem digital dapat dilakukan secara menyeluruh agar pelayanan menjadi lebih cepat, adil, dan tidak menyulitkan pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Reina

