itime.id – 16 Desember 2025 Keharmonisan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh rasa cinta, tetapi juga oleh kedewasaan sikap dan kejujuran antara pasangan. Dalam banyak kasus, retaknya hubungan suami istri berawal dari ketidakdewasaan emosional dan sikap tidak jujur yang dibiarkan berlarut-larut, hingga akhirnya berujung pada perselingkuhan.
Fenomena ini kian sering terjadi di tengah tekanan ekonomi, kesibukan kerja, serta minimnya komunikasi berkualitas dalam keluarga. Konflik yang awalnya sederhana dapat berkembang menjadi persoalan serius ketika tidak disikapi dengan bijak.

Ketidakdewasaan Emosional Picu Konflik Berkepanjangan
Ketidakdewasaan emosional dalam rumah tangga biasanya tercermin dari sikap egois, sulit mengendalikan emosi, enggan mengalah, dan cenderung menyalahkan pasangan. Kondisi ini membuat masalah tidak pernah terselesaikan secara tuntas, melainkan terus menumpuk.
Ketika salah satu pasangan merasa tidak didengar atau tidak dihargai, hubungan emosional perlahan melemah. Situasi inilah yang sering menjadi celah munculnya konflik lanjutan dalam rumah tangga.
Ketidakjujuran Meruntuhkan Fondasi Kepercayaan
Kejujuran merupakan pilar utama dalam pernikahan. Ketika pasangan mulai menyembunyikan masalah, perasaan, atau aktivitas tertentu, kepercayaan pun perlahan terkikis. Ketidakjujuran tidak selalu berbentuk kebohongan besar, tetapi juga bisa berupa komunikasi yang tidak terbuka dan penghindaran dari masalah.
Runtuhnya kepercayaan sering kali menjadi titik awal terjadinya perselingkuhan, baik secara emosional maupun fisik, sebagai bentuk pelarian dari ketidaknyamanan dalam rumah tangga.
Upaya Menghadapi dan Memperbaiki Hubungan Rumah Tangga
Menghadapi ketidakdewasaan dan ketidakjujuran dalam rumah tangga membutuhkan komitmen dan kesadaran bersama. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membangun komunikasi yang terbuka, belajar mengelola emosi dengan lebih dewasa, serta menumbuhkan kembali sikap saling jujur dan menghargai.
Selain itu, pendampingan melalui konseling pernikahan juga dapat menjadi solusi untuk membantu pasangan menemukan kembali titik temu dan memperbaiki hubungan yang mulai renggang.
Ketidakdewasaan dan ketidakjujuran bukanlah akhir dari sebuah rumah tangga. Dengan kesadaran, niat memperbaiki diri, serta komitmen yang kuat, hubungan pernikahan masih dapat diselamatkan. Rumah tangga yang sehat adalah rumah tangga yang mampu menghadapi masalah dengan kedewasaan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab bersama.
Reina

