itime.id – 17 Desember 2025 .Perselingkuhan dalam rumah tangga bukan sekadar persoalan cinta yang berkhianat, tetapi luka mendalam yang dapat merusak kepercayaan, harga diri, serta masa depan keluarga. Tidak sedikit istri yang bertanya, apakah suami yang sering selingkuh masih bisa berubah dan benar-benar sadar akan kelakuannya?
Pertanyaan ini muncul karena harapan untuk mempertahankan rumah tangga sering beradu dengan rasa sakit yang terus berulang.

Selingkuh: Kebiasaan atau Pilihan?
Dalam pandangan psikologis, perselingkuhan bukan penyakit medis, melainkan perilaku sadar yang dipilih seseorang. Artinya, tindakan tersebut dilakukan dengan kesadaran penuh, bukan karena ketidaksengajaan.
Namun, kebiasaan selingkuh bisa terbentuk akibat:
- Lemahnya kontrol diri
- Ego dan nafsu yang dominan
- Kurangnya nilai moral dan spiritual
- Lingkungan pergaulan yang permisif
- Kecanduan perhatian dari lawan jenis
Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak pernah membenarkan perselingkuhan.
Apakah Suami Bisa Berubah?
Jawabannya: bisa, tetapi tidak semua orang mau dan mampu berubah. Perubahan hanya mungkin terjadi jika datang dari kesadaran internal, bukan karena tekanan, ancaman, atau rasa takut ketahuan.
Beberapa tanda suami yang benar-benar ingin berubah antara lain:
- Mengakui kesalahan tanpa mencari pembenaran
- Menunjukkan penyesalan yang konsisten
- Memutus total hubungan dengan pihak ketiga
- Bersedia diajak konseling pernikahan
- Menunjukkan perubahan sikap nyata dalam jangka panjang
Jika yang terjadi hanya janji berulang tanpa bukti, besar kemungkinan pola lama akan terulang kembali.
Peran Nilai Agama dan Moral
Dalam ajaran agama dan nilai luhur budaya Indonesia, pernikahan adalah amanah dan ikatan suci. Perselingkuhan dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan pasangan dan keluarga.
Kesadaran spiritual sering menjadi titik balik seseorang untuk benar-benar berubah, terutama ketika ia memahami bahwa dampak perbuatannya tidak hanya merusak pasangan, tetapi juga melukai anak-anak dan kehormatan keluarga.
Tanpa fondasi nilai yang kuat, perubahan biasanya bersifat sementara.
Sikap Bijak yang Perlu Diambil Istri
Bagi istri yang menghadapi suami yang sering selingkuh, penting untuk:
- Menetapkan batas yang jelas dan tegas
- Tidak menormalisasi perselingkuhan
- Mengutamakan kesehatan mental diri sendiri
- Mencari dukungan keluarga atau profesional
- Menilai masa depan rumah tangga secara rasional
Bertahan bukan selalu berarti kuat, dan pergi bukan selalu berarti kalah. Setiap keputusan harus berpihak pada keselamatan emosional dan martabat diri.
Suami yang sering selingkuh bisa sadar dan berubah, tetapi hanya jika ada niat tulus, komitmen nyata, dan tanggung jawab penuh. Tanpa itu, pengulangan hanya akan meninggalkan luka yang semakin dalam.
Rumah tangga yang sehat dibangun atas dasar kejujuran, kesetiaan, dan saling menghargai. Ketika nilai-nilai tersebut terus di bina , maka refleksi dan keputusan bijak menjadang tak terhindarkan., dan menjadikan keharmonisan keluarga. Dan menghargai pasangan dengan baik.
Reina

