Itime. Berebes, 19 Desember 2025 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra utama produksi bawang merah nasional. Komoditas unggulan ini tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga berperan besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Bawang merah Brebes dikenal memiliki kualitas unggul, mulai dari ukuran umbi yang besar, aroma yang kuat, hingga daya simpan yang relatif lama. Tak heran jika hasil panen dari daerah ini menjadi incaran pasar tradisional hingga distributor besar di berbagai wilayah Indonesia.
Penopang Ekonomi Daerah
Sektor pertanian bawang merah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan petani. Ribuan kepala keluarga di Brebes menggantungkan hidup dari komoditas ini, baik sebagai petani, buruh tani, pedagang, hingga pelaku usaha logistik dan pengolahan hasil panen.
Setiap musim tanam dan panen, aktivitas ekonomi meningkat tajam. Pasar-pasar lokal menjadi lebih hidup, daya beli masyarakat naik, dan perputaran uang di desa-desa sentra bawang merah berjalan pesat. Bahkan, pada saat harga stabil, bawang merah kerap menjadi penopang ekonomi keluarga petani untuk biaya pendidikan dan kebutuhan hidup lainnya.
Dukungan Pemerintah dan Inovasi Pertanian
Pemerintah daerah Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Brebes terus mendorong penguatan sektor ini melalui berbagai program, seperti penyediaan benih unggul, pendampingan teknis budidaya, pelatihan pengendalian hama, hingga pembangunan infrastruktur irigasi.
Selain itu, inovasi pertanian mulai diterapkan, termasuk penggunaan teknologi pertanian modern, sistem tanam yang lebih efisien, serta pemanfaatan pupuk ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian bawang merah.
Tantangan Harga dan Iklim
Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, petani bawang merah Brebes masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi harga yang tajam saat panen raya kerap menjadi persoalan utama. Di satu sisi, produksi melimpah, namun di sisi lain harga bisa anjlok jika tidak diimbangi dengan sistem distribusi dan penyerapan pasar yang baik.
Faktor cuaca dan perubahan iklim juga menjadi tantangan tersendiri. Curah hujan tinggi atau musim kemarau panjang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen. Oleh karena itu, sinergi antara petani, pemerintah, dan pelaku pasar menjadi kunci menjaga stabilitas produksi dan harga.
Harapan ke Depan
Dengan pengelolaan yang tepat, bawang merah Brebes diyakini akan terus menjadi komoditas strategis yang mengangkat ekonomi daerah. Diperlukan kebijakan berkelanjutan, penguatan koperasi petani, serta perluasan akses pasar agar nilai tambah komoditas ini dapat dirasakan secara merata.
Pertanian bawang merah bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan denyut nadi ekonomi Brebes dan Jawa Tengah. Keberhasilannya mencerminkan potensi besar sektor pertanian lokal dalam menopang ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
#beritaitime, #beritadaerah, #investigasi, #beritanasinal, #berita, #info, #wartaberita,
