Itime. KEDIRI -27 Desember 2025 Konflik internal yang mengguncang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama beberapa bulan terakhir resmi menemukan titik terang. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mencapai kesepakatan islah dalam pertemuan konsultasi syuriyah bersama para mustasyar dan kiai sepuh NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur,

Kisruh internal ini pertama kali muncul setelah Rais Aam KH Miftachul Akhyar merekomendasikan agar Gus Yahya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum pada Rabu (20/11/2025), hasil dari rapat harian Syuriyah PBNU di Jakarta. Perkembangannya semakin memanas ketika Syuriyah PBNU menggelar rapat pleno pada Selasa (9/12/2025) di Hotel Sultan Jakarta, yang memutuskan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Pejabat Sementara (Pj) Ketua Umum PBNU hingga pelaksanaan muktamar tahun 2026.
Namun, kubu Gus Yahya menilai rapat pleno tersebut tidak sah karena melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta hanya dihadiri oleh seperempat anggota yang berhak hadir. Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan arahan para kiai sepuh dalam pertemuan di Ploso dan Tebuireng sebelumnya. Sebelum tercapainya kesepakatan, Forum Kiai Sepuh NU menggelar Musyawarah Kubro di Lirboyo pada Minggu (21/12/2025), yang dihadiri ratusan perwakilan PBNU, PWNU, PC NU, dan Badan Otonom NU (Banom) dari seluruh Indonesia. Hasil musyawarah tersebut menetapkan tiga opsi penyelesaian konflik: islah, pengembalian mandat kepada Mustasyar NU, atau pelaksanaan Muktamar Luar Biasa (MLB) sebelum keberangkatan jamaah haji pertama tahun depan.
Sebelum konflik ini muncul, pada Agustus 2024, Aliansi Santri Gus Dur pernah menuntut Gus Yahya mundur, menilai bahwa kebijakannya melenceng dari ideologi perjuangan Gus Dur dan melanggar hasil muktamar. Mereka juga mengancam akan mendukung MLB jika kebijakan yang dianggap merugikan tidak diperbaiki.
Poin-Poin Kesepakatan
Dalam pertemuan yang diprakarsai Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin dan sejumlah kiai sepuh seperti KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, serta KH Muhammad Nuh, kedua pihak sepakat beberapa poin penting:
1. Penerimaan Permohonan Maaf: Rais Aam beserta Wakil Rais Aam menerima permohonan maaf dari Gus Yahya terkait polemik kehadiran Peter Berkowitz dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU). Berkowitz dinilai terkait dengan jaringan Zionisme internasional yang dianggap tidak sejalan dengan nilai NU. Gus Yahya mengakui adanya kekurangcermatan dalam mengambil sikap, yang kemudian dipahami sebagai bagian dari tradisi NU yang menjunjung tinggi akhlak dan tabayun.
2. Pelaksanaan Muktamar Bersama: Kedua pimpinan sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 NU secara bersama-sama secepatnya. Kepemimpinan PBNU akan tetap berjalan sebagaimana mestinya hingga muktamar dilaksanakan, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.
3. Pembentukan Panitia Bersama: Akan segera dibentuk panitia muktamar yang akan merumuskan waktu, tempat, serta teknis penyelenggaraan secara bersama oleh kedua pihak.
Persiapan Muktamar dan Agenda Lainnya
Sebelum terjadinya kesepakatan ini, pada Sabtu (13/12/2025), PBNU telah memutuskan pembentukan panitia untuk menyelenggarakan peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU Masehi sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama. Wakil Ketua Umum PBNU HM Mukri menjelaskan bahwa dalam forum Munas tersebut juga akan difokuskan pembahasan pada persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Meskipun waktu dan lokasi persisnya belum ditentukan, fokus utama saat ini adalah menyiapkan perhelatan muktamar yang sah dan memiliki legitimasi penuh.
Penegasan Tidak Ada Konflik Lagi
KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa konflik di PBNU telah berakhir sepenuhnya. “Pertemuan ini berakhir bagus, ujungnya ada kesepakatan dan segera diadakan muktamar tidak oleh satu pihak tapi bersama,” ujarnya selepas pertemuan.
Gus Yahya juga menyampaikan bahwa kesatuan ini didasari oleh kecintaan kepada jamaah NU. “Kita semua ingin jamiat NU yang betul dan terus melanjutkan keberadaan nya sebagai pembawa barokah dan maslahat bagi umat dan masyarakat,” tegasnya.
Ketua Moderator Rapat KH Muhibbul Aman Aly menegaskan bahwa keputusan ini merupakan keputusan resmi PBNU, bukan keputusan pribadi atau pihak luar.
Reina

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
#beritaitime, #beritadaerah, #investigasi, #beritanasinal, #berita, #info, #wartaberita,
