Itime. PARIS,.31 Desember 2025.Habis gelombang sorak dan tepuk tangan meriah menggema di Arena Bercy, Paris, pada hari Sabtu (10/08/2024) malam waktu lokal. Atlet bulu tangkis Indonesia, Mia Audina, berhasil membawa pulang medali perak untuk negara setelah bersaing dengan penuh semangat dalam final tunggal putri Olimpiade Paris 2024. Prestasi gemilang ini menjadi sejarah baru, karena merupakan medali olahraga besar pertama yang diraih Indonesia sejak dua dekade silam.
PERTANDINGAN EPIC: HABISKAN ENERGI SAMPAI DETIK TERAKHIR
Laga final yang berlangsung selama lebih dari 70 menit ini menjadi adegan yang tak terlupakan bagi para penggemar bulu tangkis dunia. Mia Audina berhadapan dengan juara bertahan dari Jepang, Yamaguchi Akane, dalam duel yang sangat ketat dan penuh aksi memukau.
Pertandingan dimulai dengan keunggulan Mia pada gim pertama dengan skor 21-18, berkat permainan serangan yang tajam dan pergerakan kaki yang gesit di lapangan. Namun Yamaguchi segera bangkit di gim kedua, mengembalikan skor dengan permainan bertahan yang tangguh dan serangan balik yang akurat, memenangkan gim kedua dengan skor 21-16.
Gim ketiga menjadi titik balik yang membuat hati penggemar berdebar kencang. Kedua atlet saling bersaing ketat, skor bergantian unggul hingga mencapai 20-20. Sayangnya, pada dua poin terakhir, Mia sedikit tergesa-gesa dalam mengembalikan shuttlecock, membuat Yamaguchi memenangkan gim ketiga dengan skor 22-20 dan meraih medali emas.
Meskipun tidak menjadi juara, wajah Mia tetap terpampang senyum bahagia saat mengangkat medali perak di atas podium. “Saya sudah memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Medali ini bukan hanya milik saya, tapi milik seluruh bangsa yang selalu mendukung saya dari jauh,” ucap Mia dengan suara sedikit bergetar karena emosi.
PERJALANAN PANJANG MENCAPAI PUNCAK OLIMPIADE
Mia Audina lahir di Surabaya pada 15 Juli 1998 dan mulai bermain bulu tangkis sejak usia 8 tahun. Kariernya dimulai dari klub lokal di kota kelahirannya sebelum kemudian diterima menjadi bagian dari pusat pelatihan nasional bulu tangkis Indonesia pada tahun 2015.
Perjalanan menuju Olimpiade tidaklah mudah. Mia harus melewati serangkaian seleksi ketat dan turnamen kualifikasi di berbagai negara. Pada tahun 2023, ia berhasil meraih tiket Olimpiade setelah menjadi juara di turnamen Grand Prix Indonesia Open dan meraih peringkat ke-5 dunia.
Selama persiapan Olimpiade, Mia menjalani latihan yang sangat intensif bersama pelatih utama Indonesia, Bapak Rexy Mainaky. “Mia adalah atlet yang sangat kerja keras dan memiliki semangat juang yang luar biasa. Saya tahu dia mampu mencapai prestasi besar,” ujar Rexy saat memberikan dukungan di luar lapangan setelah pertandingan.
Prestasi ini menjadi lebih berharga karena merupakan medali pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade sejak tahun 2004 silam, ketika atlet bulu tangkis lainnya juga meraih medali perak di Olimpiade Athena.
DUKUNGAN NEGARA YANG MEMBUAT SEMANGAT TERBAKAR
Di sisi lain dunia, ribuan rakyat Indonesia berkumpul di berbagai tempat untuk menyaksikan pertandingan Mia secara langsung. Di Jakarta, ribuan orang berkumpul di kawasan Bundaran HI untuk menonton siaran langsung di layar besar. Sorak dan tepuk tangan bergema setiap kali Mia mencetak poin.
Presiden Republik Indonesia juga langsung memberikan ucapan selamat melalui akun media sosial resmi. “Selamat kepada Mia Audina yang telah membawa nama baik Indonesia dengan meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024. Prestasimu menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda Indonesia,” tulis Presiden.
Gubernur Jawa Timur, Bapak Khofifah Indar Parawansa, juga mengumumkan bahwa akan memberikan penghargaan khusus bagi Mia sebagai anak bangsa Jawa Timur yang telah membanggakan negara. “Kita akan memberikan bantuan fasilitas dan beasiswa pendidikan untuk Mia agar kariernya bisa terus berkembang dan meraih prestasi lebih besar di masa depan,” ujarnya.
MIA: “AKAN TERUS BERJUANG UNTUK MEDALI EMAS DI OLIMPIADE SELANJUTNYA”
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Mia mengungkapkan tekadnya untuk terus berjuang dan meraih medali emas di Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang. “Medali perak ini adalah batu loncatan bagi saya. Saya akan belajar dari kekalahan hari ini dan berlatih lebih keras lagi untuk bisa membawa pulang medali emas pada Olimpiade selanjutnya,” tegasnya dengan mata yang penuh semangat.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim pelatih, keluarga, teman, dan seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan tak henti-hentinya. “Tanpa dukungan kalian semua, saya tidak akan sampai di sini. Saya berjanji akan terus menjadi atlet yang bisa membuat bangsa ini bangga,” pungkasnya.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimeperistiwa, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews
