Itime. Kebumen. Jawa Tengah – Salah satu warga Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen bernama SG hidup sebatang kara dan cacat fisik bahkan tak memiliki rumah tempat tinggal. Namun, sampai saat ini, tidak menerima bantuan dan uluran dari pemerintah daerah (Pemda) dan dinas terkait.
Warga Tanggulangin SG, yang kini berusia 50 tahun, telah hidup sebatang kara sejak beberapa tahun lalu. Tanpa ada keluarga yang dapat diandalkan, ia terpaksa hidup sendiri dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya tidak memiliki rumah yang layak untuk ditinggali. Bahkan sekarang ikut tinggal bersama saudara,” terang SG, Rabu (31/12/2025).
Lanjut SG bahwa dia telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan kepada dinas terkait melalui pemerintah desa (Pemdes) Tanggulangin, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Saya sudah mengajukan permohonan bantuan melalui pemdes, tapi tidak ada jawaban yang pasti. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan lagi,” lanjutnya dengan nada sedih.
Lalu SG menambahkan bahwa dia merasa sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan hanya mengandalkan pemberian dari saudaranya.
“Saya merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena keterbatasan fisik. Intinya sangat memprihatinkan,” imbuhnya dengan suara yang lemah.
SG berharap bahwa pemerintah daerah dan dinas terkait dapat segera memberikan bantuan kepada dirinya dan warga lainnya yang membutuhkan.
“Saya berharap bupati Kebumen dan dinas terkait dapat segera memberikan bantuan kepada saya dan warga lainnya yang membutuhkan. Kami adalah warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan dan bantuan dari pemerintah,” kata SG dengan harapan.
Sementara itu PN, seorang masyarakat Kebumen mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan bantuan yang layak kepada SG yang sangat membutuhkan bantuan dari dinas terkait.
“Kami meminta kepada Bupati Kebumen dan dinas terkait untuk segera memberikan bantuan kepada SG. Dia adalah warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan dan bantuan dari pemerintah. Jangan sampai kami mengecap bahwa Bupati dan dinas itu buta mata dan tuli tentang keluhan warganya,” tuturnya.
PN menambahkan bahwa kasus ini merupakan contoh dari buruknya sistem bantuan sosial di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
“Kasus ini merupakan contoh dari buruknya sistem bantuan sosial di Kabupaten Kebumen. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem bantuan sosial yang ada,” ujarnya.
Kemudian PN berharap bahwa pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk membantu SG dan warga lainnya yang membutuhkan.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk membantu SG dan warga lainnya yang membutuhkan. Kami tidak ingin melihat lagi warga kami yang hidup dalam kemiskinan dan kesulitan,” harapnya.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Tanggulangin, Kasimin, menyatakan simpati atas kondisi warganya yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki rumah yang layak. Bahkan harus menumpang tidur di rumah saudaranya.
“Kami sangat prihatin dengan kondisinya. Sebagai kepala desa, saya berharap dinas terkait dapat segera turun ke desa dan memberikan bantuan kepada warga kami yang membutuhkan,” ungkap Kades Tanggulangin.
Kasimin menjelaskan bahwa SG telah menjadi warga Desa Tanggulangin sejak lama dan pantas mendapatkan perhatian dari pemerintah, sebab kehidupan warganya yang sangat memperihatinkan.
“SG telah menjadi warga Tanggulangin sejak lama, kami berharap dapat membantu dia dalam memenuhi kebutuhan dasarnya serta meminta dinas terkait dapat segera memberikan bantuan kepadanya,” jelas Kasimin.
Kasimin juga menambahkan bahwa desa telah melakukan upaya untuk membantu warga nya yang dirasa kurang mampu, namun masih membutuhkan bantuan dari dinas terkait.
“Kami telah melakukan upaya untuk membantu SG, namun masih membutuhkan bantuan dari dinas terkait. Kami berharap dapat bekerja sama dengan dinas terkait untuk membantu warga kami yang membutuhkan,” Kasimin memungkasi
SEBAGAI INFORMASI PUBLIK…..
Kasus SG, warga sebatang kara yang tidak menerima bantuan dan uluran tangan dari dinas terkait, merupakan contoh dari buruknya sistem bantuan sosial di Kabupaten Kebumen. Pemerintah harus segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan bantuan yang layak kepada warga tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus melakukan evaluasi terhadap sistem bantuan sosial yang ada untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.
(SND)
