Itime. Jakarta, 1 Januari 2026 – Sherly Annavita Rahmi, konten kreator dan influencer asal Aceh yang dikenal vokal dalam isu sosial dan kemanusiaan, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan karena prestasinya sebagai motivator muda, melainkan karena serangkaian teror yang dialaminya usai mengkritik penanganan bencana banjir di Sumatera.
Sherly Annavita, yang lahir di Lhokseumawe, Aceh, merupakan sosok multitalenta. Ia lulusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina dan pernah menempuh studi di Swinburne University of Technology, Australia. Sebagai dosen dan pengajar, Sherly aktif membagikan konten motivasi, pendidikan, serta analisis isu aktual melalui platform media sosialnya, seperti Instagram @sherlyannavita dengan lebih dari 2 juta pengikut, serta kanal YouTube-nya.
Dikenal sebagai millennial influencer, Sherly sering tampil sebagai pembicara di berbagai acara televisi dan forum publik. Ia memiliki segudang prestasi, termasuk finalis Pemilihan Dai Muda Indonesia 2012, juara pidato nasional, hingga delegasi terbaik di simulasi sidang PBB Asia World Model United Nations. Kontennya yang argumentatif dan berbasis data membuatnya digemari anak muda, sekaligus sering menuai kontroversi karena keberaniannya mengkritik kebijakan publik.
Baru-baru ini, pada 30 Desember 2025, Sherly mengunggah pengakuan mengejutkan di Instagramnya: ia menjadi korban teror. Mulai dari pesan ancaman berhari-hari melalui nomor pribadi dan DM dari akun-akun bodong, hingga aksi fisik seperti mobil pribadinya dicoret-coret dengan cat semprot merah, rumahnya dilempari sekantung telur busuk, serta ditemukan gulungan kertas berisi ancaman.
“Saya diteror!!! Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukkan. Kendaraan Sherly diberi tanda oleh pihak-pihak tertentu, tempat tinggal Sherly dilempari sekantung telur busuk dan tulisan bernada ancaman,” tulis Sherly dalam unggahannya.
Ia menduga teror ini eskalasi setelah dirinya, yang berasal dari Aceh, aktif menyuarakan kondisi warga terdampak bencana Sumatera di beberapa acara TV. “Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly ikut memberikan pandangan terkait bencana di Sumatera,” tambahnya. Sherly juga menyebut pengalaman serupa pernah dialaminya pada 2019 saat mengkritik isu pemindahan ibu kota.
Tak hanya Sherly, beberapa influencer dan aktivis lain seperti DJ Donny juga melaporkan teror serupa di waktu bersamaan, memicu spekulasi adanya pola intimidasi terkoordinasi terhadap pengkritik penanganan bencana.
Dalam postingannya, Sherly menegaskan: “Sherly dan teman-teman influencer lain bukan musuh negara, juga sama sekali bukan musuh Pak Prabowo. Mohon disudahi teror-teror ini.” Ia meminta pelaku atau otak di balik aksi tersebut menghentikan intimidasi, seraya menekankan bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi.
Kasus ini menuai dukungan luas dari netizen dan tokoh publik, yang menyerukan perlindungan bagi korban serta penegakan hukum terhadap pelaku teror. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait laporan Sherly.
Profil Sherly Annavita mengingatkan kita pada pentingnya kebebasan berpendapat di era digital, sekaligus risiko yang dihadapi para konten kreator yang berani bersuara. Semoga kasus ini segera terungkap dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
