Itime. Jakarta 15 Januari 2026 .- Brigjen Polisi Hengki Haryadi, yang dikenal luas dengan julukan “Jenderal Pembasmi Preman” karena kontribusinya dalam menekan kejahatan premanisme di berbagai wilayah, secara resmi mengikuti upacara pengambilan sumpah jabatan (pengandi) pada Jumat (16/1/2026) di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri).
Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Brigjen Hengki resmi menjabat sebagai Kepala Direktorat Penindakan Kejahatan Khusus (Dit Pid Khusus) Mabes Polri. Jabatan baru ini dipercaya untuk memperkuat penanganan kasus-kasus kejahatan yang memiliki dampak luas terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sejak menjabat sebagai Kepala Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jawa Barat beberapa tahun lalu, Brigjen Hengki telah sukses membongkar puluhan jaringan preman yang mengganggu ketertiban umum, termasuk yang terlibat dalam pemerasan, perkelahian massa, dan pengaturan hasil pertandingan olahraga. Kinerjanya yang tegas namun profesional membuatnya dikenal sebagai sosok yang tidak kompromi dengan kejahatan.
Dalam pidato setelah mengandi, Brigjen Hengki menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat upaya penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan khusus. “Kita akan fokus pada pembongkaran jaringan kejahatan yang merugikan masyarakat, termasuk yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang telah lama mengganggu ketertiban. Prinsip kerja kita tetap sama: adil, tegas, dan berdasarkan hukum,” ucapnya.
Kapolri menyatakan bahwa penempatan Brigjen Hengki pada jabatan strategis ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Polri dalam menangani tantangan keamanan yang semakin kompleks. “Brigjen Hengki telah membuktikan kemampuannya dalam memberantas kejahatan premanisme, dan kita yakin dia akan membawa nilai yang sama dalam menangani kasus-kasus khusus lainnya,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum menjabat ke Mabes Polri, Brigjen Hengki juga pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Pembasmi Premanisme yang telah berhasil mengurangi angka kejahatan preman di seluruh Indonesia hingga 45% dalam kurun waktu satu tahun.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
