Itime. Surakarta 15 Januari 2026 .Penetasan telur ayam yang dilakukan dengan cara efektif dan tepat dapat menghasilkan waktu proses yang lebih cepat serta keuntungan ekonomi yang signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Pengurus Asosiasi Peternak Ayam Indonesia (APAI) Jawa Tengah, Sugeng Santoso, dalam pelatihan teknologi penetasan telur bagi peternak muda di Kecamatan Sukoharjo pada Sabtu (24/1/2026).
Cara Efektif Penetasan Telur Ayam yang Cepat:
1. Pemilihan Telur yang Berkualitas: Gunakan telur yang berasal dari indukan ayam sehat, berusia 25-50 minggu, dengan bobot antara 55-65 gram. Telur harus bebas dari cacat fisik dan memiliki usia maksimal 7 hari setelah dikeluarkan.
2. Persiapan Sebelum Penetasan: Lakukan proses inkubasi awal dengan menyimpan telur pada suhu 22-25°C dan kelembapan 70% selama 24 jam. Kocok telur secara perlahan setiap 6 jam untuk merata kan distribusi embrio.
3. Penggunaan Mesin Inkubator Modern: Gunakan mesin inkubator dengan sistem kontrol suhu dan kelembapan otomatis. Atur suhu pada 37,5-37,8°C dan kelembapan 55-60% selama 18 hari, kemudian tingkatkan kelembapan menjadi 70-75% pada hari ke-19 hingga menetas.
4. Pemeriksaan dan Pemeliharaan Rutin: Lakukan pemeriksaan cahaya (candling) pada hari ke-7 dan ke-14 untuk memisahkan telur yang tidak mengembangkan embrio. Jaga kebersihan mesin inkubator dan ganti air pendingin secara berkala.
5. Proses Kelahiran Anakan: Setelah 21 hari (atau 20 hari untuk beberapa jenis ayam), pindahkan telur yang akan menetas ke mesin hatccher. Jaga agar suhu tetap stabil dan berikan ventilasi yang cukup untuk memudahkan anakan keluar dari cangkang.
“Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, waktu penetasan dapat dipersingkat hingga 1-2 hari dibandingkan metode tradisional, dan tingkat kelangsungan hidup anakan dapat mencapai hingga 95%,” jelas Sugeng Santoso.
Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah:
Penetasan telur ayam yang efektif memberikan keuntungan ekonomi yang menguntungkan. Dengan kapasitas mesin inkubator 10.000 butir telur per siklus, peternak dapat menghasilkan hingga 9.500 ekor anakan ayam setiap 21 hari.
Peternak muda dari Kabupaten Karanganyar, Riyan Wijaya (28 tahun), mengaku bahwa setelah menerapkan metode penetasan yang efektif, pendapatannya meningkat hingga 60% dalam waktu 3 bulan. “Saya sekarang bisa menjalankan 2 siklus penetasan per bulan, menjual anakan ayam ke peternak di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keuntungan yang diperoleh digunakan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Selain menjual anakan ayam, peternak juga dapat memanfaatkan telur yang tidak menetas sebagai bahan baku industri makanan atau menjualnya sebagai telur konsumsi dengan harga yang kompetitif. Pemerintah Kabupaten Surakarta juga memberikan bantuan berupa subsidi mesin inkubator dan pelatihan manajemen usaha bagi peternak yang ingin mengembangkan bisnis penetasan telur ayam.
“Bisnis penetasan telur ayam memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan cara yang efektif dan tepat, kita bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memiliki permintaan tinggi di pasar,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Surakarta, Drh. Asep Suryana.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
