Itime.Salatiga, 17 Januari 2026 – Kota Salatiga menyimpan berbagai hidangan khas yang telah ada puluhan bahkan ratusan tahun, turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kelima kuliner legendaris ini tidak hanya menjadi favorit masyarakat lokal, tetapi juga menarik wisatawan untuk datang dan merasakan cita rasa autentik yang tak terlupakan.
Berikut lima kuliner legendaris Salatiga yang tetap lestari hingga saat ini:
- Soto Sokaraja Salatiga
Mulai berjualan sejak tahun 1920-an, soto ini berasal dari keluarga yang pindah dari Sokaraja ke Salatiga. Cita rasanya yang khas berasal dari bumbu yang diracik secara tradisional menggunakan rempah-rempah pilihan seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan bumbu halus lainnya. Daging sapi yang digunakan dipotong tipis dan disajikan dengan lontong, tauge, dan kerupuk bawang. Tempat penjualannya yang terletak di Jalan Slamet Riyadi tetap ramai dikunjungi setiap hari.
- Lontong Balap Mbah Min
Beroperasi sejak tahun 1950, warung milik keluarga Mbah Min ini menyajikan lontong balap dengan resep turun temurun. Perpaduan antara lontong, tauge, tahu isi, lentho, dan kuah kacang yang gurih serta sedikit pedas menjadi daya tarik utama. Bumbu kacangnya diolah dengan cara khusus yang hanya diketahui keluarga ini, membuat cita rasanya berbeda dengan lontong balap pada umumnya.
- Rawon Pak Slamet
Rawon yang dikenal dengan kuahnya yang pekat berwarna hitam khas kluwek ini telah ada sejak tahun 1947. Pak Slamet, pendiri warung, awalnya berjualan dengan gerobak keliling sebelum memiliki tempat tetap di Jalan Veteran. Daging sapi yang digunakan dipilih bagian tertentu agar teksturnya lembut, dan kuahnya dimasak dalam waktu lama hingga semua bumbu meresap sempurna.
- Serabi Notosuman
Berawal dari sebuah warung kecil di Kampung Notosuman pada tahun 1930-an, serabi ini dibuat dengan adonan beras yang diulek secara manual dan dibakar menggunakan tungku kayu untuk menghasilkan aroma yang khas. Permukaannya yang berongga dan bagian bawahnya yang garing menjadi ciri khas serabi ini, yang biasanya disajikan dengan sirup gula merah atau kelapa muda parut.
- Tahu Gejrot Mbah Suro
Tahu gejrot khas Salatiga dari keluarga Mbah Suro telah ada sejak tahun 1955. Tahu yang digoreng hingga kecoklatan kemudian dipotong dadu dan disiram dengan saus kacang yang pedas dan manis. Resep sausnya yang rahasia telah diturunkan selama tiga generasi, membuat tahu gejrot ini menjadi salah satu kuliner paling dicari di kota ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Salatiga, Drs. Haryanto, menyatakan bahwa kelima kuliner ini merupakan bagian dari warisan budaya Salatiga yang perlu dilestarikan. “Kita mendorong keluarga pengusaha untuk terus menjaga kualitas dan cita rasa tradisional, sekaligus mengenalkan kuliner ini kepada lebih banyak orang,” ujarnya.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
