Itime.Kebumen – Kontroversi penarikan biaya parkir di Puskesmas bagi warga miskin telah memicu reaksi dari masyarakat bawah. Mereka meminta Bupati dan DPRD untuk meresmikan lahan parkir di kantor Kabupaten, kantor kedinasan, dan kantor dewan untuk dikenakan biaya parkir. Hal ini diharapkan dapat menjadi penambahan penghasilan asli daerah (PAD) Kebumen.
Salah satu warga Kebumen yang merasa terbebani dengan biaya parkir di Puskesmas, SH menyampaikan bahwa mereka tidak keberatan dan sangat mendukung jika kantor-kantor pemerintah juga dikenakan biaya parkir.
“Kami tidak ingin menjadi beban bagi pemerintah. Jika kantor-kantor pemerintah juga dikenakan biaya parkir, maka kami tidak akan protes lagi tentang biaya parkir di Puskesmas,” terang SH, Minggu (18/01/2026).
SH melanjutkan bahwa kantor-kantor pemerintah memiliki lahan parkir yang luas dan dapat dikenakan biaya parkir demi penambahan PAD kabupaten Kebumen.
“Di kantor-kantor pemerintah, pasti ada banyak pegawai yang membawa kendaraan. Jika dikenakan biaya parkir, pasti akan ada pendapatan yang signifikan bagi daerah,” lanjutnya.
SH menambahkan bahwa pendapatan dari biaya parkir di kantor-kantor pemerintah dapat digunakan untuk membiayai program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Pendapatan dari biaya parkir dapat digunakan untuk membiayai program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur atau program kesehatan,” imbuhnya.
Senada dengan SH, warga lain yang juga merasa terbebani dengan biaya parkir di Puskesmas, TN mengatakan bahwa mereka hanya ingin diperlakukan secara adil, bukan masyarakat bawah yang dikorbankan demi penambahan PAD kabupaten.
“Kami tidak ingin dibebani dengan biaya parkir di Puskesmas, sementara kantor-kantor pemerintah tidak dikenakan biaya parkir. Kami ingin diperlakukan secara adil dan setara,” katanya.
TN meminta kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kebumen, seharusnya pihaknya segera mengkaji permintaan masyarakat bawah terkait dampak biaya tambahan untuk parkir di puskesmas kabupaten Kebumen.
“Kami meminta untuk melakukan kajian terkait permintaan warga dan melakukan analisis terhadap potensi pendapatan yang dapat diperoleh dari biaya parkir di kantor-kantor pemerintah,” ujarnya.
TN berharap kepada kepala dinas BPKAD segera mengambil langkah cepat dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk membahas kemungkinan penerapan biaya parkir di kantor-kantor pemerintah.
“Kami berharap kepala dinas untuk segera berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait guna membahas kemungkinan penerapan biaya parkir di kantor-kantor pemerintah untuk melakukan analisis yang cermat dan teliti untuk memastikan bahwa kebijakan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan daerah,” harapnya.
Masyarakat bawah berharap Bupati dan DPRD Kebumen dapat segera mengambil keputusan terkait permintaan warga tersebut. PAD Kebumen sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membiayai program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, berharap Bupati dan DPRD Kebumen dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat dan meningkatkan PAD Kebumen. Segera ambil keputusan, demi PAD Kebumen!
Sementara itu UI juga meminta kepada bupati Kebumen dan DPRD Kebumen diminta untuk segera mengambil keputusan terkait permintaan warga tersebut.
“Kami berharap Bupati dan DPRD Kebumen dapat segera mengambil keputusan terkait permintaan warga tersebut. Kami ingin melihat perubahan yang signifikan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.
UI juga menambahkan bahwa masyarakat bawah tidak ingin menunggu lama lagi untuk melihat keputusan Bupati dan DPRD Kebumen.
“Kami tidak ingin menunggu lama lagi untuk melihat keputusan Bupati dan DPRD Kebumen. Kami ingin melihat bahwa mereka dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat dan meningkatkan PAD Kebumen,” pungkasnya.
SEBAGAI INFORMASI PUBLIK….
Sampai berita ini diterbitkan Bupati Hj. Lilis Nuryani dan perwakilan DPRD kabupaten Kebumen belum memberikan klarifikasi terkait permintaan masyarakat……
(SND)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
