Itime.Salatiga -19 Januari 2026 .Potensi kuliner kukusan sehat mulai digalakkan secara terstruktur oleh pemerintah kota Salatiga dan komunitas pelaku usaha makanan lokal pada Minggu (18/1/2026) dalam acara “Pesta Kuliner Kukusan Sehat Nusantara” yang dihelat di Alun-Alun Kota Salatiga. Gerakan ini bertujuan mengangkat cemilan tradisional yang kaya akan serat dan vitamin sebagai alternatif pilihan makanan sehat bagi masyarakat.
Kuliner kukusan khas Salatiga yang menjadi fokus antara lain lemper ayam dengan isi sayuran lokal, kue putu mangkok berbahan dasar tepung beras merah dan gula merah, onde-onde kacang hijau tanpa penambahan gula pasir berlebih, serta lontong isi tauge yang menggunakan bumbu segar dari bahan lokal. Semua hidangan diproses dengan metode kukus yang menjaga kandungan gizi alami, tidak menggunakan minyak goreng, dan mengutamakan bahan-bahan organik dari petani sekitar Salatiga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kuliner kukusan tradisional ini memiliki nilai gizi tinggi. “Kandungan seratnya mencapai hingga 5-8 gram per porsi, serta mengandung vitamin A, C, dan kompleks B yang baik untuk sistem pencernaan dan daya tahan tubuh,” ujarnya. Selain itu, harga jual yang terjangkau antara Rp5.000 hingga Rp15.000 per porsi membuatnya mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Ketua Asosiasi Usaha Kuliner Kukusan Salatiga, Supriyanto, menambahkan bahwa saat ini telah ada lebih dari 50 pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas dan menjalani pelatihan standarisasi produk serta keamanan pangan. Beberapa produk juga telah mendapatkan label “Produk Sehat Kota Salatiga” dan mulai memasuki pasar modern seperti minimarket serta platform penjualan daring.
Pemerintah kota juga mendukung dengan menyediakan lokasi khusus untuk penjualan kuliner kukusan di beberapa titik strategis seperti sekitar taman kota, dekat sekolah, dan kompleks perkantoran. Rencananya, pada bulan Maret 2026 akan dibuka pusat pembelajaran dan produksi kuliner kukusan sehat untuk melatih pemuda dan ibu rumah tangga sebagai sarana usaha mandiri.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
