Itime.Jakarta 19 Januari 2026 .Data menunjukkan bahwa destinasi wisata Indonesia mulai mengalami tren penurunan kunjungan turis mancanegara (wisman). Pada November 2025, jumlah kunjungan wisman tercatat hanya 1,20 juta orang, mengalami penurunan secara bulanan setelah beberapa periode sebelumnya juga menunjukkan perkembangan yang tidak menguntungkan, seperti yang dilaporkan oleh dataindonesia.id pada 5 Januari 2026.
Kondisi ini membuat Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, Malaysia mencatat kunjungan wisman hingga 29 juta orang pada 2023, Thailand 28 juta, Singapura 13,6 juta, dan Vietnam 12,6 juta, sementara Indonesia hanya mampu meraih 11,7 juta pada tahun yang sama. Bahkan target pemerintah untuk tahun 2024 sebesar 14 juta wisman juga belum tercapai, dan proyeksi kontribusi pariwisata terhadap PDB pada 2025 yang ditetapkan sebesar 4,6 persen pun diancam tidak terwujud jika tren ini berlanjut.
Menurut analisis dari Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI), ada dua faktor utama yang menyebabkan Indonesia kalah bersaing dalam sektor pariwisata, yaitu aksesibilitas dan branding. Dari sisi aksesibilitas, tidak hanya masalah penerbangan dari negara asal wisatawan, tetapi juga terkait transportasi dari bandara ke penginapan dan lokasi wisata yang belum memadai. Selain itu, kondisi infrastruktur seperti jalan yang rusak, kemacetan, dan sampah yang banyak di kawasan wisata juga menjadi kendala.
Mengenai branding, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menilai bahwa promosi pariwisata Indonesia masih kurang maksimal. Padahal, potensi alam dan budaya Indonesia tidak kalah menarik dibandingkan negara lain. Thailand misalnya, berhasil menduduki peringkat tinggi dalam berbagai kategori pariwisata seperti alam petualangan, belanja, dan MICE berkat promosi yang efektif, sementara Indonesia belum mampu menunjukkan keunggulan yang sama meskipun memiliki potensi yang besar.
Beberapa destinasi yang dulunya ramai dikunjungi wisman juga kini mengalami kemunduran. Contohnya Taman Festival Bali yang pernah populer di kalangan wisman, namun kini telah terbengkalai setelah tidak beroperasi kembali. Selain itu, beberapa destinasi lain seperti Kampung Gajah Wonderland Bandung dan Snowbay Water Park TMII Jakarta juga telah tutup dan ditinggalkan akibat berbagai faktor seperti pailit atau tidak mampu bertahan pasca pandemi.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun berbagai program untuk mengatasi permasalahan ini, seperti pengembangan pariwisata berkelanjutan, pemberian insentif bagi destinasi wisata tematik, serta pembentukan Indonesia Tourism Fund (ITF) untuk mendukung promosi dan pembangunan infrastruktur pariwisata. Namun, implementasi yang menyeluruh dan koordinasi antar pihak masih diperlukan agar upaya ini dapat memberikan hasil yang maksimal.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
