Itime.Ponorogo 19 Januari 2026 .Delegasi Forum Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Islam (FORBIS) Ikatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (IKPM) Pondok Modern Darussalam (PM) Gontor mengadakan pertemuan dengan pimpinan pusat PM DG di Gedung Utama Pondok Modern Darussalam Gontor Cabang Putri, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Selasa (20/1/2026). Pertemuan ini fokus membahas penyempurnaan program Wali Kampus (Wakap) dan pengembangan skema beasiswa bagi santri serta mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.
Kepala Delegasi FORBIS IKPM Gontor, Prof. Dr. Ahmad Muzakki, menjelaskan bahwa program Wakap yang telah berjalan selama 5 tahun perlu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan santri dan dinamika pendidikan tinggi saat ini. “Konsep Wakap bukan hanya sebatas pengawas akademik, tetapi juga sebagai pembimbing karakter dan penopang kesejahteraan santri. Kami ingin memperkuat peran ini dengan standarisasi kompetensi dan pelatihan berkelanjutan bagi para Wakap,” ujarnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut juga Ketua Umum PM DG, KH. Ahmad Saifuddin, beserta jajaran pimpinan pusat dan pengurus daerah. KH. Saifuddin menyambut baik usulan yang diajukan oleh delegasi FORBIS IKPM Gontor, menyatakan bahwa program Wakap adalah salah satu pilar penting dalam sistem pendidikan PM DG yang mengedepankan pembinaan holistik.
Selain pembahasan program Wakap, kedua pihak juga membahas skema beasiswa baru yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2026/2027. Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung santri berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi Muhammadiyah. Rencananya, beasiswa akan mencakup biaya pendidikan penuh, biaya hidup, serta dukungan pendanaan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk program beasiswa ini tahun depan. Selain dukungan dari PM DG, kami juga bekerja sama dengan berbagai yayasan dan perusahaan swasta untuk memperluas cakupan dan manfaat program ini,” ujar Sekretaris Umum PM DG, Dr. H. Muhammad Najib.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama 3 jam tersebut, juga disepakati akan dibentuk tim kerja khusus yang akan menyusun rancangan peraturan baru tentang program Wakap dan mekanisme pendaftaran serta seleksi beasiswa. Tim kerja ini akan terdiri dari perwakilan FORBIS IKPM Gontor, pimpinan PM DG, serta ahli pendidikan dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah.
Rencananya, hasil pembahasan ini akan disosialisasikan ke seluruh unit pendidikan PM DG dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia pada bulan Maret 2026, dengan target implementasi mulai Juli tahun yang sama.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
