Itime.KARANGANYAR, Jawa Tengah 23 Januari 2026 . Kepala Desa (Kades) Seragen, Kecamatan Mandi Lumpu, Kabupaten Karanganyar, bersama ratusan warga mengajukan aspirasi dan melakukan aksi damai untuk menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi jalan raya yang rusak parah di wilayah desa tersebut. Jalan yang menjadi fokus protes merupakan akses utama bagi ribuan warga untuk beraktivitas dan melakukan perdagangan.
Jalan Rusak Parah, Banyak Lubang dan Permukaan Tidak Rata
Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Seragen dengan pusat kecamatan dan wilayah sekitarnya telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Banyak bagian jalan yang memiliki lubang dalam, permukaan yang tidak rata, dan genangan air setiap saat hujan turun. Hal ini tidak hanya menyulitkan lalu lintas kendaraan bermotor, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Jalan ini merupakan tulang punggung perekonomian warga Seragen. Banyak petani yang harus mengangkut hasil panen melalui jalan ini, pedagang yang berkeliling untuk berjualan, dan anak-anak yang harus melalui jalan ini untuk pergi ke sekolah. Kondisi jalan yang rusak membuat semua aktivitas menjadi sulit dan meningkatkan biaya transportasi,” ungkap Kades Seragen, Bapak Slamet Sutrisno, dalam jumpa pers yang digelar di halaman Kantor Desa Seragen pada Jumat (23/01/2026).
Warga yang ikut dalam aksi damai membawa spanduk bertuliskan permintaan agar jalan segera diperbaiki. Mereka menyampaikan bahwa keluhan telah diajukan beberapa kali ke instansi terkait, namun belum ada tindakan nyata yang dilakukan.
Dampak Luas Bagi Masyarakat dan Ekonomi Lokal
Kondisi jalan rusak juga memberikan dampak negatif bagi perekonomian lokal. Petani Desa Seragen yang mengolah tanaman pangan dan sayuran mengaku harus menghadapi kesulitan dalam mengangkut hasil panen ke pasar. Banyak hasil panen yang rusak atau mengalami penurunan kualitas akibat perjalanan yang tidak nyaman melalui jalan rusak.
“Saya biasanya mengangkut cabai dan tomat ke pasar di Kabupaten Karanganyar. Karena jalan rusak, saya harus mengurangi beban kendaraan agar tidak terjebak atau menyebabkan kerusakan pada truk. Akibatnya, saya harus melakukan perjalanan lebih sering dan biaya bahan bakar juga meningkat,” ujar Sugeng Wijaya, salah satu petani di Desa Seragen.
Selain itu, kondisi jalan yang buruk juga membuat beberapa pedagang luar enggan datang ke Desa Seragen untuk membeli hasil produksi lokal, sehingga mengurangi peluang penjualan bagi warga. Anak-anak sekolah juga sering terlambat karena harus menghindari lubang dan genangan air di jalan.
Kades Ajukan Permohonan Bantuan ke Pemerintah Kabupaten
Kades Slamet Sutrisno menyatakan bahwa telah mengajukan surat permohonan perbaikan jalan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karanganyar sejak tiga bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini belum ada informasi mengenai jadwal perbaikan atau alokasi anggaran untuk proyek tersebut.
“Kita memahami bahwa pemerintah memiliki banyak prioritas pembangunan. Namun, kondisi jalan di Desa Seragen sudah tidak bisa ditunda lagi. Kami berharap pemerintah kabupaten dapat segera mengalokasikan anggaran dan menjadwalkan perbaikan jalan ini sebagai proyek prioritas,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak desa telah melakukan perbaikan sementara dengan menggunakan tanah liat dan batu pecah, namun tindakan tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah secara menyeluruh dan hanya bertahan dalam waktu singkat.
Pemerintah Kabupaten Janji Teliti dan Tindaklanjuti
Dinas PUPR Kabupaten Karanganyar melalui Kepala Bidang Bina Marga, Bapak Heru Prasetyo, menyatakan telah menerima keluhan dari masyarakat Desa Seragen. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penilaian terhadap kondisi jalan dan menyiapkan proposal anggaran untuk perbaikan.
“Kami telah melakukan survei lapangan ke lokasi jalan yang rusak di Desa Seragen. Kondisi memang memerlukan perbaikan serius. Saat ini kami sedang menyusun rancangan teknis dan menghitung kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Kami akan mencoba menjadwalkan perbaikan ini dalam tahun anggaran 2026,” jelas Heru.
Ia menambahkan bahwa jika anggaran dari pemerintah kabupaten belum tersedia secara langsung, pihaknya akan mencari alternatif pendanaan, seperti kerja sama dengan pihak swasta atau mengajukan bantuan dari provinsi atau pusat.
Warga Berharap Tindakan Cepat dari Pemerintah
Masyarakat Desa Seragen menyampaikan harapan agar perbaikan jalan dapat dilakukan secepat mungkin. Mereka berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada proses perbaikan dan menjaga kebersihan serta keamanan lokasi proyek.
“Kita hanya ingin jalan yang layak untuk digunakan. Dengan jalan yang baik, aktivitas kita akan menjadi lebih lancar dan ekonomi lokal juga akan meningkat. Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan,” ujar Sri Lestari, salah satu warga yang ikut dalam aksi aspirasi.
Kades Slamet menutup bahwa pihak desa akan terus mengikuti perkembangan proses perbaikan jalan dan melakukan koordinasi rutin dengan instansi terkait hingga proyek perbaikan dapat terlaksana.
(Reima)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
