Itime.BOJONEGORO, Jawa Timur 23 Januari 2026 .Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Batu Gambut (PBG) Bojonegoro, yang telah ditutup selama masa kepemimpinan Bupati Anna Kusumawati. Langkah ini diambil setelah dilakukan evaluasi mendalam terhadap potensi bisnis batu gambut dan manfaatnya bagi perekonomian lokal.
PBG Diberhentikan Sebagai Upaya Optimalisasi BUMD
PBG Bojonegoro semula beroperasi sebagai perusahaan yang menangani eksploitasi dan pemasaran batu gambut dari kawasan di Kabupaten Bojonegoro. Namun, pada tahun 2022, selama era kepemimpinan Bupati Anna, perusahaan ini dihentikan operasinya sebagai bagian dari langkah untuk menyusun ulang dan mengoptimalkan kinerja BUMD daerah.
“Dulu, keputusan untuk menutup PBG diambil karena beberapa faktor, antara lain rendahnya efisiensi operasional, tantangan pasar, serta perluasan evaluasi terhadap pengelolaan sumber daya alam di daerah. Namun, setelah melakukan kajian mendalam selama beberapa waktu, kami melihat bahwa batu gambut masih memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan dengan cara yang lebih baik,” jelas Bupati Bojonegoro saat ini, Bapak Slamet Santoso, dalam rapat kerja dengan DPRD Kabupaten Bojonegoro pada Senin (26/01/2026).
Evaluasi Menunjukkan Potensi Bisnis yang Menguntungkan
Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim Khusus Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama dengan ahli dari perguruan tinggi menunjukkan bahwa batu gambut di Bojonegoro memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bahan baku industri, campuran tanah pertanian, hingga bahan pembuatan produk ramah lingkungan.
Selain itu, dengan pengelolaan yang lebih baik dan penerapan teknologi yang sesuai, eksploitasi batu gambut dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. Tim juga menemukan bahwa terdapat permintaan pasar yang cukup besar baik di tingkat lokal, nasional, maupun ekspor ke negara-negara kawasan Asia Tenggara.
“Kita telah melakukan studi kelayakan yang komprehensif. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan pola pengelolaan yang tepat, PBG dapat beroperasi dengan menguntungkan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Ir. Joko Susilo, M.Si.
Rencana Pengembangan dan Perbaikan Sistem Operasional
Untuk menghidupkan kembali PBG Bojonegoro, pemerintah kabupaten telah menyusun rencana pengembangan yang meliputi beberapa poin utama:
- Pembaruan peralatan dan teknologi: Mengganti peralatan lama dengan yang lebih modern dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan.
- Perbaikan sistem manajemen: Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan memperkuat kontrol kualitas produk.
- Kerjasama strategis: Menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan perguruan tinggi untuk pengembangan produk baru dan pemasaran yang lebih luas.
- Penerapan standar keberlanjutan: Memastikan bahwa aktivitas eksploitasi dan produksi sesuai dengan standar lingkungan nasional dan internasional, serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan tambang.
Selain itu, pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp 75 miliar untuk pemulihan operasional dan pengadaan peralatan dasar. Rencana ini juga akan melibatkan masyarakat lokal sebagai pekerja dan mitra usaha dalam beberapa tahapan produksi dan pemasaran.
Masyarakat dan Petani Berharap Bawa Manfaat Nyata
Masyarakat sekitar kawasan bekas tambang batu gambut menyambut baik rencana penghidupan kembali PBG. Mereka berharap bahwa perusahaan ini dapat menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi daerah.
“Saat PBG beroperasi dulu, banyak warga di sini yang bekerja sebagai pekerja tambang atau membantu dalam pemasaran. Kami berharap dengan dihidupkan kembali, perusahaan ini dapat memberikan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Siti Maryam, seorang warga dari Desa Sukomoro, Kecamatan Ngasem.
Para petani juga berharap bahwa batu gambut yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah pertanian mereka, sehingga produktivitas panen dapat meningkat.
Target Operasional Mulai Akhir Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan bahwa PBG Bojonegoro dapat kembali beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2026. Sebelumnya, akan dilakukan tahap persiapan yang meliputi perbaikan infrastruktur, pengadaan peralatan, pelatihan tenaga kerja, serta pengajuan izin operasional yang diperlukan.
“Kami akan memastikan bahwa setiap tahapan persiapan dilakukan dengan cermat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan utama kita bukan hanya menghasilkan keuntungan bagi BUMD, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bojonegoro dan menjaga kelestarian alam,” pungkas Bupati Slamet Santoso.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
