Itime.WONOSARI, Gunung Kidul 23 Januari 2026 .Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul mengumumkan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk melakukan perluasan dan pembaharuan fasilitas Taman Kuliner Wonosari. Proyek yang direncanakan akan dimulai pada kuartal II tahun 2026 ini bertujuan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon kuliner utama di wilayah Jawa Tengah Selatan dan daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.
Dana Rp 1 Miliar Dialokasikan dari APBD 2026
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Gunung Kidul, Bapak Sukoco Adi Nugroho, menyatakan bahwa dana sebesar Rp 1 Miliar tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunung Kidul tahun 2026, khususnya untuk sektor pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kita melihat potensi besar dari Taman Kuliner Wonosari sebagai pusat aktivitas kuliner dan rekreasi masyarakat. Saat ini, kawasan tersebut sudah sering dikunjungi oleh warga lokal dan wisatawan, namun kapasitasnya masih terbatas dan fasilitas perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kami mengalokasikan dana Rp 1 Miliar untuk perluasan dan pembaharuan secara menyeluruh,” jelas Sukoco dalam jumpa pers di Kantor Dinas Pariwisata, Rabu (28/01/2026).
Ia menambahkan bahwa alokasi dana ini akan digunakan untuk beberapa komponen utama, antara lain perluasan area parkir, pembangunan kios-kios baru dengan desain yang lebih menarik dan nyaman, peningkatan fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan area istirahat, serta pembenahan sistem drainase dan penerangan jalan yang lebih baik.
Rencana Perluasan dan Pembaharuan yang Menarik
Menurut rancangan yang telah disusun bersama pihak arsitek dan pengelola kawasan, perluasan Taman Kuliner Wonosari akan meningkatkan kapasitas dari saat ini yang hanya dapat menampung sekitar 50 kios usaha menjadi hingga 80 kios. Selain itu, akan dibuat area khusus untuk acara-acara kecil seperti pameran produk lokal, pertunjukan seni tradisional, atau kegiatan promosi kuliner.
“Desain yang akan kami terapkan mengusung konsep ‘Kuliner Modern dengan Sentuhan Budaya Lokal’. Kios-kios baru akan memiliki bentuk yang menarik dengan ornamen khas Gunung Kidul, namun dilengkapi dengan fasilitas modern seperti listrik yang memadai, sistem pencahayaan yang nyaman, dan area penyimpanan yang aman,” ujar Arsitek yang menangani proyek, Ibu Rina Puspitasari.
Selain itu, juga akan dibangun area terbuka yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai keluarga, dengan taman kecil yang dilengkapi dengan tanaman lokal dan area bermain anak-anak yang aman. Pemerintah kabupaten juga berencana untuk membuat papan informasi yang menjelaskan tentang sejarah dan keunikan kuliner khas Gunung Kidul, seperti gado-gado kidul, sate klathak, tengkleng kambing, dan es dawet abang-abu.
Banyak Manfaat yang Akan Didapatkan Masyarakat
Perluasan Taman Kuliner Wonosari diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Gunung Kidul, terutama bagi pelaku usaha kuliner lokal. Dengan kapasitas yang lebih besar dan fasilitas yang lebih baik, akan ada lebih banyak kesempatan bagi UMKM kuliner untuk memasarkan produk mereka dan meningkatkan pendapatan.
“Saat ini saya berjualan gado-gado kidul di Taman Kuliner Wonosari dan penghasilannya cukup membantu kebutuhan keluarga. Dengan perluasan ini, saya berharap ada lebih banyak pengunjung yang datang, dan mungkin saya bisa memperluas usaha saya juga,” ujar Sri Wahyuni, salah satu pengusaha kuliner di kawasan tersebut.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal, baik dalam proses pembangunan maupun sebagai pekerja di kios-kios yang akan dibuka. Pemerintah kabupaten juga berencana untuk memberikan pelatihan kepada pelaku usaha kuliner tentang manajemen usaha, kebersihan makanan, dan inovasi produk agar kualitas kuliner yang ditawarkan semakin baik.
Target Jadi Ikon Kuliner Jateng Selatan
Bupati Gunung Kidul, Bapak Ahmad Syaikhu, menyatakan bahwa dengan perluasan dan pembaharuan ini, Taman Kuliner Wonosari diharapkan dapat menjadi ikon kuliner utama di wilayah Jawa Tengah Selatan dan menjadi daya tarik tambahan bagi pariwisata Gunung Kidul yang selama ini lebih dikenal dengan objek wisata alam seperti Pantai Krakal, Pantai Siung, dan Goa Jomblang.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Gunung Kidul tidak hanya memiliki keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga kekayaan kuliner yang luar biasa. Taman Kuliner Wonosari yang telah diperluas akan menjadi tempat yang tepat untuk menikmati berbagai hidangan khas daerah sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal,” ujar Bupati Syaikhu.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kabupaten akan melakukan promosi intensif terhadap Taman Kuliner Wonosari melalui berbagai media dan acara pariwisata, seperti Festival Kuliner Gunung Kidul yang akan digelar setiap tahunnya di kawasan tersebut.
Proyek Diharapkan Rampung Akhir Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul menargetkan bahwa proyek perluasan dan pembaharuan Taman Kuliner Wonosari dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026. Sebelumnya, akan dilakukan proses tender untuk memilih kontraktor yang kompeten dan dapat menyelesaikan proyek dengan baik dan tepat waktu.
“Kami akan memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai dengan rencana dan anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, kami juga akan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan agar proyek ini benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi semua pihak,” pungkas Sukoco Adi Nugroho.
Dengan dana Rp 1 Miliar yang telah disiapkan, Taman Kuliner Wonosari diharapkan akan menjadi destinasi kuliner yang lebih menarik, nyaman, dan mampu bersaing dengan kawasan kuliner lainnya di Jawa Tengah.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
