Itime.JAKARTA, 24 Januari 2026 . Kisah kepolosan seorang anak muda bernama Lon Kean Yew dari Malaysia menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui jika lawan pertandingannya dalam turnamen bulu tangkis tingkat nasional adalah Hendra Setiawan, peraih medali emas Olimpiade dan legenda bulu tangkis dunia.
Pertemuan Tak Terduga di Lapangan
Peristiwa ini terjadi pada turnamen bulu tangkis pemuda antar daerah yang diadakan di Kota Malang, Jawa Timur, pada pekan lalu (17-20/1/2026). Lon Kean Yew, yang berusia 16 tahun dan berpartisipasi dalam kategori ganda putra, mendapatkan kesempatan untuk bertanding melawan pasangan yang menjadi juara bertahan, salah satunya adalah Hendra Setiawan.
“Sebelum pertandingan, saya hanya melihat nama lawan di daftar sebagai ‘Hendra S.’ Saya berpikir itu hanya atlet biasa yang mungkin memiliki nama sama dengan legenda bulu tangkis. Saya bahkan tidak melihat foto profil karena sedang fokus mempersiapkan diri,” ujar Lon Kean Yew dalam wawancara khusus dengan iTime.
Saat memasuki lapangan, Lon baru menyadari bahwa lawannya adalah sosok besar yang telah membawa nama Indonesia meraih kemenangan di ajang Olimpiade Rio 2016 dan berbagai turnamen bergengsi lainnya. Namun, kepolosan dan semangat juangnya tidak membuatnya gentar.
Pertandingan yang Menginspirasi
Meskipun akhirnya kalah dengan skor 21-15 dan 21-13, Lon Kean Yew menunjukkan permainan yang solid dan penuh semangat. Hendra Setiawan yang melihat potensi besar pada anak muda ini bahkan memberikan beberapa saran teknis setelah pertandingan berakhir.
“Saya merasa sangat terhormat bisa bermain melawan beliau. Saat saya tahu siapa dia, rasanya ada campuran antara kegembiraan dan sedikit gugup, tapi saya tetap berusaha bermain dengan maksimal,” katanya sambil tersenyum.
Hendra Setiawan yang juga menjabat sebagai pelatih di salah satu akademi bulu tangkis di Indonesia menyampaikan apresiasinya terhadap sikap dan permainan Lon Kean Yew. “Anak ini memiliki bakat yang bagus dan hati yang bersih. Kepolosannya yang tidak tahu siapa lawannya justru membuatnya bisa bermain dengan bebas tanpa beban pikiran. Itu adalah hal yang jarang ditemukan pada atlet muda saat ini,” ujar Hendra.
Perjalanan Karier Lon Kean Yew
Lon Kean Yew mulai bermain bulu tangkis sejak usia 8 tahun, didorong oleh ayahnya yang juga merupakan mantan atlet bulu tangkis amatir. Ia telah memenangkan beberapa turnamen tingkat sekolah dan daerah di Malaysia, dan kali ini merupakan pertama kalinya ia berpartisipasi dalam turnamen internasional antar negara di Indonesia.
“Kepada saya, bulu tangkis adalah permainan yang menyenangkan. Saya tidak terlalu sering melihat video pertandingan atlet terkenal karena lebih suka berlatih dan meningkatkan kemampuan saya sendiri. Mungkin itulah mengapa saya tidak mengenali Pak Hendra saat pertama kali melihat namanya,” jelas Lon dengan kepolosan yang khas.
Kepala pelatih tim Malaysia yang membawanya, Mohd Fauzi, menyatakan bahwa kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh atlet muda. “Kepolosan yang dimiliki Lon bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan. Ia bermain dengan hati yang murni dan fokus pada permainan, bukan pada nama atau prestise lawan. Itu adalah sikap yang patut diteladani,” ujar Mohd Fauzi.
Harapan untuk Masa Depan
Setelah pertandingan tersebut, Lon Kean Yew mendapatkan undangan dari Hendra Setiawan untuk berlatih selama seminggu di akademi bulu tangkis yang dipimpinnya. Ia dengan senang hati menerima tawaran tersebut dan berharap dapat belajar banyak hal dari legenda dunia yang telah menginspirasinya.
“Saya berharap bisa menjadi atlet yang seperti Pak Hendra, bukan hanya dalam prestasi, tapi juga dalam sikapnya yang rendah hati dan mau membantu atlet muda. Saya akan terus berlatih dengan giat dan tidak pernah lupa akan kepolosan yang membuat saya bisa menikmati setiap permainan,” pungkas Lon Kean Yew.
Kisah kepolosan Lon Kean Yew telah menyebar luas melalui media sosial dan mendapatkan pujian dari banyak kalangan, termasuk atlet bulu tangkis ternama dari berbagai negara.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
