Itime.Hanoi/Vietnam 24 Januari 2026 Pada tanggal 10 November 2010, dunia kehilangan salah satu makhluk langka ketika Cái Tiên, badak Jawa betina yang menjadi individu terakhir dari subspesies ini di Vietnam, menghembuskan napas terakhir di Kebun Binatang Hàm Rồng, thành phố Việt Trì. Sekarang, tepat 15 tahun kemudian, peristiwa tersebut masih menjadi pengingat mendalam tentang urgensi perlindungan spesies yang terancam punah.
Profil Cái Tiên, Badak Jawa Terakhir di Vietnam
Cái Tiên diperkirakan berusia sekitar 30 tahun ketika wafat. Ia ditemukan di wilayah hutan phía utara Vietnam pada tahun 1988 dan kemudian dipindahkan ke kebun binatang untuk perawatan intensif. Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi simbol harapan bagi kelangsungan hidup badak Jawa di negara tersebut, sekaligus menjadi fokus kampanye kesadaran tentang perlindungan satwa liar.
Subspesies badak Jawa (Rhinoceros sondaicus annamiticus) yang hidup di Vietnam dan Kamboja berbeda dengan badak Jawa yang masih ada di Indonesia. Di masa lalu, mereka menghuni dataran rendah dan pegunungan di seluruh Semenanjung Indocina, namun populasinya menurun drastis akibat perburuan liar untuk tanduk yang dipercaya memiliki khasiat obat dalam beberapa budaya, serta hilangnya habitat akibat konversi lahan.
Kondisi Badak Jawa Saat Ini
Setelah wafatnya Cái Tiên, tidak ada lagi bukti keberadaan badak Jawa di Vietnam. Di Indonesia, subspesies badak Jawa yang tinggal di Ujung Kulon National Park, Banten, menjadi satu-satunya populasi yang masih bertahan hidup di alam liar. Menurut data terbaru tahun 2025, jumlahnya hanya sekitar 80 ekor, menjadikannya salah satu mamalia terancam punah di dunia.
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi populasi ini, termasuk patroli anti-perburuan liar, restorasi habitat, serta program pembiakan secara buatan. Sementara itu, pemerintah Vietnam juga terus melakukan pemantauan hutan untuk memastikan tidak ada aktivitas perburuan liar yang mengancam spesies lain, sekaligus menjalankan program pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa liar.
Pesan dari Ahli Konservasi
Dr. Nguyễn Thị Mai Hoa, ahli konservasi satwa liar dari Universitas Hanoi, mengatakan: “Kematian Cái Tiên bukan hanya kehilangan satu individu, melainkan peringatan bahwa kita tidak bisa lagi menunda tindakan untuk melindungi spesies yang terancam. Kita harus mengambil pelajaran dari sejarah ini agar tidak kehilangan spesies berharga lainnya di masa depan.”
Ia menambahkan bahwa kerja sama antarnegara sangat penting dalam konservasi satwa liar, terutama untuk spesies yang habitatnya melintasi batas negara seperti badak Jawa pada masa lalu.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
