Itime.Nusantara, 25 Januari 2026 – Setelah melalui proses negosiasi yang berlangsung selama lebih dari 18 bulan, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan salah satu raksasa properti terbesar dari Dubai, Ayedh Dejem Group. Perusahaan konstruksi dan pengembangan real estat asal Uni Emirat Arab (UEA) tersebut menandatangani kontrak investasi senilai Rp4 triliun pada Jumat (23/01/2026) di Gedung Pusat Otorita IKN, menandai tonggak penting dalam menarik modal asing kelas dunia ke pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Penandatanganan dan Ruang Lingkup Kerja Sama
Acara penandatanganan dihadiri langsung oleh Menteri Negara Pembangunan IKN, Bambang Susantono, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang menangani Kesehatan dan Pembangunan IKN, serta Dubes UEA untuk Indonesia, Abdullah Salem Al Dhaheri. Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup tiga pilar utama:
1. Pembangunan Kawasan Terpadu Integrasi
Mengelola lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, berdekatan dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika dan kompleks gedung pemerintahan utama. Proyek akan mencakup:
- Kompleks perkantoran hijau berstandar internasional dengan 3 menara bertingkat 25-35 lantai
- Pusat perbelanjaan modern bertema “Nusantara Fusion” dengan luas lebih dari 50.000 meter persegi
- Masjid berkapasitas 5.000 jamaah dengan arsitektur yang menggabungkan unsur budaya Indonesia dan Timur Tengah
- Area taman hijau publik dan fasilitas pendukung seperti pusat kebugaran, rumah sakit kecil, serta ruang pertemuan internasional
2. Transfer Teknologi dan Keahlian
Ayedh Dejem Group akan bekerja sama dengan tiga perusahaan konstruksi lokal besar untuk berbagi keahlian dalam pembangunan gedung tahan gempa, sistem manajemen energi hijau, serta pengelolaan limbah berkelanjutan. Rencananya, hingga 70% pekerja pada proyek ini akan berasal dari tenaga kerja lokal Indonesia.
3. Pengembangan Ekosistem Bisnis
Perusahaan juga akan membuka pusat inkubasi bisnis untuk UMKM lokal dan startup di bidang properti serta teknologi, dengan alokasi dana khusus senilai Rp100 miliar dalam bentuk pendanaan dan pelatihan.
Alasan Pemilihan IKN Sebagai Destinasi Investasi
Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, menyampaikan bahwa keputusan untuk berinvestasi di Indonesia bukan tanpa alasan. “Kami telah melakukan studi mendalam selama satu tahun terhadap potensi pasar Asia Tenggara, dan IKN menjadi pilihan utama karena beberapa faktor kunci: populasi Indonesia yang lebih dari 270 juta jiwa dengan pertumbuhan kelas menengah yang pesat, visi pembangunan yang berfokus pada keberlanjutan, serta dukungan penuh dari pemerintah yang membuat proses perizinan dan koordinasi menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Menurut laporan riset yang dilakukan oleh firma konsultan global McKinsey & Company, potensi pertumbuhan nilai properti di IKN diperkirakan akan mencapai 12-15% per tahun dalam dekade mendatang, seiring dengan pemindahan pusat pemerintahan dan masuknya lebih banyak investor internasional.
Jadwal Pelaksanaan dan Target Capaian
Tahap pertama proyek akan fokus pada pra-konstruksi yang diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 tahun, mulai dari bulan Februari 2026 hingga pertengahan 2027. Tahap ini mencakup:
- Pendetilan desain arsitektur oleh tim kolaboratif dari Indonesia dan Dubai
- Proses perizinan dan verifikasi keselamatan konstruksi
- Lelang dan penentuan kontraktor utama serta pemasok bahan bangunan
- Persiapan infrastruktur dasar seperti saluran air, listrik, dan jaringan komunikasi
Pembangunan fisik dijadwalkan dimulai pada Juli 2027 dan berlangsung selama lima tahun, dengan target penyelesaian bertahap:
- Tahap 1 (2029): Pembukaan masjid dan area taman publik
- Tahap 2 (2030): Operasionalnya salah satu menara perkantoran dan sebagian area pusat perbelanjaan
- Tahap 3 (2032): Penyelesaian seluruh proyek dan peluncuran program bisnis inkubasi
Deputi Sudiro Roi Santoso menambahkan bahwa proyek ini diharapkan dapat menyerap lebih dari 10.000 lapangan kerja selama masa pembangunan dan sekitar 5.000 pekerjaan tetap setelah beroperasi penuh.
Dampak bagi Pembangunan IKN dan Ekonomi Nasional
Menteri Bambang Susantono menilai bahwa investasi dari Ayedh Dejem Group menjadi bukti nyata bahwa IKN semakin dipercaya sebagai destinasi investasi global. “Kehadiran investor kelas dunia seperti ini tidak hanya akan memperkuat infrastruktur fisik IKN, tetapi juga mempertegas posisi Nusantara sebagai ‘kota dunia untuk semua’ yang menghubungkan Asia dengan kawasan Timur Tengah dan Afrika,” jelasnya.
Menurut perkiraan Bank Indonesia, investasi sebesar Rp4 triliun ini diharapkan dapat memberikan efek multiplier bagi ekonomi lokal dan nasional, termasuk pertumbuhan sektor konstruksi, perdagangan, pariwisata, serta jasa keuangan. Selain itu, proyek ini juga diharapkan akan menarik lebih banyak investor dari kawasan Timur Tengah untuk berinvestasi di berbagai sektor di IKN.
Dubes Abdullah Salem Al Dhaheri menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah UEA terhadap kerja sama ini. “Kerjasama ekonomi antara Indonesia dan UEA terus berkembang pesat, dan investasi ini menjadi bukti komitmen kita untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
