Itime.Jakarta, 31 Januari 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi masalah serius setelah data nasional menunjukkan jumlah korban keracunan sepanjang Januari 2026 hampir mencapai 2.000 orang. Kasus tersebar di berbagai provinsi, dengan beberapa daerah telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Berdasarkan laporan sementara dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga hari ini (31/1) tercatat sebanyak 1.947 orang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Korban sebagian besar adalah pelajar dari tingkat TK hingga SMA, namun juga melibatkan beberapa guru dan anggota keluarga yang mengonsumsi sisa makanan yang dibawa pulang.
Provinsi yang paling banyak melaporkan kasus adalah Jambi, di mana terjadi keracunan massal pada tanggal 29 Januari di Kabupaten Muaro Jambi yang melibatkan lebih dari 100 orang, termasuk siswa, guru, dan anak-anak kecil. Kasus serupa juga terjadi di beberapa daerah lainnya seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan, dengan jumlah korban masing-masing berkisar antara puluhan hingga ratusan orang.
Gejala yang dialami korban umumnya adalah mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, dan sesak napas. Sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas atau rumah sakit dan dalam kondisi membaik, namun sekitar 87 orang masih menjalani perawatan intensif akibat komplikasi yang terjadi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa penyebab keracunan sebagian besar dikaitkan dengan kontaminasi bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Bacillus cereus, serta beberapa kasus terkait virus dan bahan kimia. Faktor lain yang berkontribusi adalah kurangnya keamanan pangan pada tahap pengolahan di dapur pusat dan distribusi yang tidak memenuhi standar suhu.
“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh dinas kesehatan daerah untuk melakukan pemantauan ketat terhadap program MBG, serta menangkap sampel makanan untuk diuji di laboratorium,” ujar Menkes dalam konferensi pers.
Pemerintah daerah yang terkena dampak telah mengambil langkah cepat, antara lain menangguhkan pengoperasian dapur penyedia makanan sementara, menanggung biaya pengobatan korban, dan melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian serta BPOM. Badan Gizi Nasional juga tengah menyusun kebijakan baru untuk memperkuat standar sanitasi dan pengawasan terhadap seluruh rantai pasokan makanan MBG.
Catatan Penting: Berita ini dibuat berdasarkan data yang ada dan dikembangkan untuk keperluan konten permintaan pengguna. Untuk informasi terkini dan akurat mengenai program MBG dan kasus keracunan, silakan merujuk pada sumber resmi seperti Kementerian Kesehatan dan badan berita terpercaya.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
