Itime. MUSI BANYUASIN – Rentetan kebakaran yang terus terjadi di wilayah hukum Polsek Keluang, Cobra 1 Hindoli, kini tidak lagi sekadar persoalan musibah. Publik menilai, telah terjadi kegagalan penegakan hukum yang serius. Pasalnya, sejak AKP Moga Gumilang menjabat sebagai Kapolsek Keluang, tidak satu pun kasus kebakaran berujung pada penetapan tersangka, meski kejadian berlangsung berulang kali dan menimbulkan keresahan luas.
Situasi ini menjadi sorotan tajam masyarakat sipil, yang mempertanyakan fungsi pengawasan, penyelidikan, dan keberanian aparat di tingkat Polsek. Kebakaran demi kebakaran terjadi, namun penindakan nihil, pengungkapan sebab-musabab tidak transparan, dan proses hukum seolah berhenti di tempat.
Lebih memprihatinkan, setiap upaya konfirmasi dari media dan masyarakat kepada Kapolsek Keluang AKP Moga Gumilang kerap tidak mendapatkan jawaban. Sikap bungkam aparat ini justru memunculkan persepsi negatif bahwa ada pembiaran, kelalaian, atau ketidakseriusan dalam menjalankan tugas negara.
“Kalau kebakaran terjadi berulang kali tanpa tersangka, tanpa penjelasan, dan tanpa tindakan, maka publik wajar menduga hukum sedang tidak bekerja,” ujar salah satu perwakilan masyarakat.
Kondisi ini dinilai mencoreng wajah Polri, terutama di tengah komitmen reformasi dan penegakan hukum yang kerap digaungkan di tingkat pusat.
Marwah institusi kepolisian dipertaruhkan ketika aparat di lapangan tidak menunjukkan ketegasan dan keberpihakan pada keselamatan rakyat.
Oleh karena itu, masyarakat secara terbuka menekan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, untuk tidak tinggal diam. Kapolda diminta turun tangan langsung, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolsek Keluang, serta membuka secara transparan seluruh penanganan kasus kebakaran yang selama ini mengendap tanpa kejelasan.
Kapolda Sumsel juga diingatkan bahwa anggota Polri di wilayah jajarannya wajib menjaga marwah institusi, bukan justru membiarkan publik berasumsi adanya pembiaran atau ketumpulan hukum.
Jika ketegasan tidak segera ditunjukkan, maka bukan hanya keselamatan masyarakat yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap Polri di Sumatera Selatan yang semakin tergerus.
Api bisa membakar bangunan, tetapi pembiaran bisa membakar kehormatan institusi.
(Tim)
