Itime.SALATIGA 2 Febuari 2026 .Sebelum menjelang datangnya bulan Ramadhan, warga RW 04 Kelurahan Kalicacing , Kota Salatiga, kembali melaksanakan tradisi Jawa kuno yaitu Pungahan dengan mengirim doa kepada para leluhur Nguru Uri. Acara yang penuh makna ini digelar di Masjid Al-Hidayah pada hari Sabtu pekan lalu, dan dihadiri oleh berbagai tokoh serta seluruh warga setempat.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Takmir Masjid Bapak Suratmin, Bendahara Bapak Sururudin, Sekretaris Bapak Rudiyanto, Sesepuh Kampung Bapak Sukimin, serta Kyai Bapak Ridwan dari Kalibening yang membimbing rangkaian ibadah.
Acara dimulai dengan sholat bersama yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh jamaah, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kyai Bapak Ridwan. Doa yang diajukan tidak hanya untuk berkah bulan puasa yang akan datang, namun juga untuk kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh warga masyarakat, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah menjadi pelindung dan panutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kyai Bapak Ridwan menyampaikan pesan penting tentang makna acara ini. “Mewujudkan rasa syukur dan menghargai tradisi yang masih terjaga dalam doa bersama satu wujud yang sangat baik di setiap acara pungahan,” ujarnya sambil menekankan bahwa kombinasi nilai spiritual dan budaya menjadi pondasi kekuatan masyarakat.
Setelah sesi ibadah, acara dilanjutkan dengan tumpengan dan makan bersama yang menjadi simbol guyon rukun atau kebersamaan erat antarwarga. Hidangan khas Jawa yang disajikan dalam bentuk tumpeng menjadi pusat perhatian, dengan berbagai lauk pendamping yang disiapkan secara gotong-royong oleh warga.
Bapak Suratmin selaku Takmir Masjid menyampaikan bahwa tradisi Pungahan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat RW 04 Kalicacjng “Meskipun zaman terus berkembang, kami tetap menjujung tinggi tradisi leluhur ini. Acara ini bukan hanya untuk menghormati leluhur, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur atas berkah yang diberikan setiap hari,” ujarnya.
Sementara itu, Sesepuh Kampung Bapak Sukimin menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pungahan sangat penting untuk dijaga. “Kita saling menjujung harkat dan martabat satu sama lain, tanpa memandang perbedaan latar belakang. Inilah esensi dari tradisi kita yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang,” jelasnya.
Warga setempat menyampaikan rasa bahagia dan kebanggaan bisa menyelenggarakan acara ini dengan khidmat. Semangat gotong-royong terlihat dari proses persiapan hingga pelaksanaan acara, menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih hidup kuat di tengah masyarakat.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
