Itime. Kebumen – Masyarakat menyayangkan dan mengeluhkan terjadinya korban meninggal MF anggota Satpol-PP akibat dugaan penanganan tidak sesuai SOP dalam proses pengobatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menuai sorotan publik di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Tiga narasumber, saat ditemui tim media, menyampaikan kekhawatiran mereka tentang penanganan ODGJ di Kabupaten Kebumen. Mereka mempertanyakan siapa yang bertanggungjawab atas meninggalnya MF salah satu anggota Satpol PP tersebut.
“Apakah hilangnya satu nyawa harus jadi pertanggungjawaban negara, aparat penegak hukum, atau kah dinas terkait?” tanya SK, Selasa (03/02/2026).
Lanjut SK, penanganan ODGJ di Kabupaten Kebumen masih jauh dari harapan masyarakat.
“Kita semua tahu bahwa ODGJ membutuhkan penanganan yang khusus. Namun, apa yang terjadi pada MF menunjukkan bahwa ada yang salah dalam penanganan itu,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa keluarga korban berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada MF selaku korban.
“Saya sangat menyayangkan kejadian ini, maka korban harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” ujarnya.
SK membeberkan, terkait kasus ini juga menunjukkan bahwa adanya kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penanganan seseorang dalam gangguan kejiwaan.
“Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga mereka dapat memahami dan menerima orang-orang dengan gangguan jiwa dengan lebih baik. Mereka juga perlu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan khususnya para tenaga kesehatan dan aparat penegak hukum dalam menangani nya,” bebernya.
Senada dengan SK, narasumber lainnya HA mengatakan bahwa penanganan ODGJ di Kebumen perlu adanya penanganan serius dan segera dievaluasi secara menyeluruh.
“Kita tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak saja. Namun, kita perlu melihat secara keseluruhan bagaimana penanganan nya. Apakah sudah sesuai prosedur? Apakah sudah ada langkah-langkah yang tepat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan?,” katanya.
HA menambahkan bahwa perlu ada investigasi yang menyeluruh dan transparan dalam kasus ini dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
“Perlu ada investigasi menyeluruh dan transparan dalam kasus ini, sehingga kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan tidak bisa membiarkan kasus ini berlalu begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas,” imbuhnya.
Sementara itu, AI mengungkapkan terkait kejadian tersebut, ia berharap agar pemerintah setempat mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki penanganan ODGJ di Kebumen.
“Masyarakat tidak ingin ada lagi korban jiwa akibat penanganan yang tidak sesuai. Pemerintah harus bertanggungjawab atas kejadian ini dan perlu melihat bagaimana penanganan ODGJ di daerah lain yang sudah lebih baik. Intinya kita bisa belajar dari mereka,” ungkapnya.
AI menambahkan, dengan adanya kejadian seperti ini pihak keluarga korban berhak mendapatkan keadilan dan kompensasi yang layak.
“Keluarga korban berhak mendapatkan keadilan dan kompensasi yang layak atas kejadian ini. Kita tidak bisa hanya memberikan janji-janji kosong, tapi harus ada tindakan nyata yang menunjukkan bahwa pemerintah serius untuk memperbaiki penanganan ODGJ,” tegasnya.
AI berharap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk memperbaiki penanganan perihal seseorang yang dalam gangguan jiwa khususnya di Kebumen.
“Kita semua perlu belajar dari kasus ini dan memperbaiki penanganan. Jangan sampai ada korban berikutnya,” pungkasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, masih ada beberapa pertanyaan publik yang belum terjawab:
– Apa yang sebenarnya terjadi pada MF?
– Siapa yang bertanggungjawab atas kematiannya?
– Apa langkah-langkah yang akan diambil pemerintah setempat untuk memperbaiki penanganan ODGJ?
Publik menantikan jawaban dan kejelasan atas kasus ini.
(.SND)
