Itime.MADIUN KOTA 4 Febuari 2026 . Upaya menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat kerukunan antarperguruan pencak silat terus dilakukan di Kabupaten Madiun. Salah satunya melalui kegiatan Sarasehan Kampung Pesilat dalam rangka implementasi Peraturan Bupati Madiun Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia, yang digelar di Kecamatan Jiwan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa malam, 3 Februari 2026, pukul 20.00 hingga 22.15 WIB, bertempat di Gedung Olahraga Puser Bumi, Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
Acara dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta perwakilan perguruan pencak silat.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Madiun, Kepala Kesbangpol Kabupaten Madiun, Camat Jiwan, Kapolsek Jiwan, Danramil Jiwan, kepala desa se-Kecamatan Jiwan, Ketua FKUB, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perwakilan perguruan silat seperti PSHT, PSHW TM, Pandan Alas, dan IKS PI Kera Sakti, termasuk tokoh agama dan sesepuh pencak silat.
Dalam sambutannya, Camat Jiwan Puguh Wijayanto, S.STP menyampaikan bahwa sarasehan ini menjadi forum dialog strategis antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan perguruan silat untuk menjaga keamanan, mempererat persaudaraan, serta memajukan pencak silat sebagai identitas budaya daerah.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto, SH., M.Ak menegaskan bahwa Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2025 bertujuan mengukuhkan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia secara hukum. Hal ini diharapkan mampu menciptakan kerukunan antarperguruan, melestarikan pencak silat sebagai jati diri daerah, serta menjadikan Madiun sebagai pusat pencak silat dunia.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K. menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam sarasehan Kampung Pesilat, khususnya di wilayah Kecamatan Jiwan.
“Polres Madiun Kota mendukung penuh implementasi Kampung Pesilat Indonesia. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi, memperkuat persatuan antarperguruan, serta mencegah potensi konflik sejak dini,” ujar AKBP Wiwin Junianto.
Menurutnya, pencak silat merupakan kebanggaan budaya yang harus dijaga bersama, bukan justru menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap seluruh perguruan pencak silat dapat terus menjaga komitmen persaudaraan, menjunjung sportivitas, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Madiun Kota maupun Kabupaten Madiun,” tegas Kapolres.
Ia juga menekankan bahwa Polres Madiun Kota bersama jajaran Polsek akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan para pesilat untuk mengawal setiap kegiatan masyarakat agar berjalan aman dan tertib.
Kegiatan Sarasehan Kampung Pesilat tersebut ditutup dengan ramah tamah dan berakhir dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif. Polsek Jiwan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap kegiatan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat
(Ipung)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
