Itime.Surakarta, Kamis (5/2/2026) – MTs Negeri 1 Surakarta menjadi sorotan publik setelah informasi tentang penarikan uang sebesar Rp500.000 per siswa yang disebut sebagai “sumbangan pembangunan sekolah” viral di media sosial. Banyak orang tua siswa mengeluhkan bahwa pungutan tersebut dipaksakan dan tidak disertai penjelasan yang transparan.
Menurut keluhan yang masuk ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, pemberitahuan tentang sumbangan ini disampaikan kepada orang tua siswa melalui surat resmi pada awal bulan Februari. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa uang akan digunakan untuk renovasi ruang kelas dan pembelian peralatan pendidikan, namun tidak ada rincian anggaran atau jadwal pelaksanaan yang jelas.
“Saya merasa kebingungan karena tidak ada musyawarah terlebih dahulu. Ketika ditanya petugas administrasi, kami hanya diberitahu bahwa sumbangan ini wajib dibayarkan agar anak bisa melanjutkan pembelajaran seperti biasa,” ujar Siti Nurhaliza (38), orang tua salah satu siswa kelas VIII.
Beberapa orang tua juga mengaku bahwa mereka merasa terpaksa membayar karena khawatir anaknya akan mendapatkan perlakuan tidak adil di sekolah jika tidak memenuhi permintaan tersebut. Informasi ini kemudian menyebar luas melalui grup WhatsApp orang tua siswa dan platform media sosial, menimbulkan kecaman dari masyarakat.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah mengirimkan tim pemeriksaan ke MTs Negeri 1 Surakarta untuk melakukan verifikasi. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Dra. Sri Wulandari, M.Pd, menyatakan bahwa setiap bentuk pungutan di sekolah negeri harus melalui proses yang sesuai peraturan dan mendapatkan persetujuan dari dinas terkait.
“Kami tidak menyetujui pungutan yang tidak jelas dan dipaksakan kepada orang tua siswa. Jika terbukti ada pelanggaran, akan diberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah yang bersangkutan,” jelas Sri Wulandari.
Sampai saat ini, pihak kepala sekolah MTs Negeri 1 Surakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Tim pemeriksaan sedang menyusun laporan lengkap setelah melakukan wawancara dengan pihak sekolah, guru, dan perwakilan orang tua siswa.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
