Itime.Surabaya 13 Februari 2026 . Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan upacara pengukuhan guru besar bagi tiga akademisi terpilih pada hari Selasa (10/02) di Auditorium Kampus C Unair Surabaya. Acara yang penuh khidmat dan dihadiri oleh ratusan sivitas akademika, keluarga, serta undangan khusus ini menjadi lebih istimewa karena di antara para guru besar yang diangkat terdapat pasangan suami istri, Prof. Dr. Ir. Rino Abdul Rahman, M.Eng dan Prof. Dr. Ir. Siti Nurmaini, M.Sc – sebuah rekor pertama dalam sejarah pengukuhan guru besar di Unair.
Prosesi Akademik yang Menginspirasi
Upacara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pawai akademik yang dipimpin oleh Pembina Upacara, Prof. Dr. dr. Djoko Santoso, Sp.P(K), dari Fakultas Kedokteran Unair. Para calon guru besar mengenakan toga akademik warna ungu dengan topi doktor, diiringi oleh musik orkestra akademik dan paduan suara mahasiswa Unair.
Setelah memasuki auditorium, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan piagam pengukuhan oleh Sekretaris Universitas, Dr. rer. nat. Indra Wijayakusuma, S.Si., M.Si., diikuti dengan pelantikan langsung oleh Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA. Selain pasangan profesor tersebut, guru besar ketiga yang diangkat adalah Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.PD-KGEH, FINASIM dari Fakultas Kedokteran Unair.
Bidang Keahlian yang Berkontribusi Besar bagi Bangsa
Prof. Rino Abdul Rahman berasal dari Jurusan Teknologi Pascapanen Fakultas Teknologi Pertanian Unair. Selama karirnya, ia telah menghasilkan lebih dari 150 karya ilmiah terindeks internasional dan mengembangkan teknologi pengolahan produk pertanian berkelanjutan, seperti sistem pengeringan energi surya untuk komoditas pertanian lokal dan metode pembuatan olahan pangan dengan nilai gizi tinggi. Ia juga telah membimbing lebih dari 50 mahasiswa pascasarjana yang kini berkontribusi di berbagai institusi.
Sementara itu, Prof. Siti Nurmaini, juga dari Fakultas Teknologi Pertanian Unair dengan fokus pada Jurusan Ilmu Tanah, telah melakukan penelitian tentang kesuburan tanah dan manajemen nutrisi tanaman di lahan kering dan rawa pasang surut. Karyanya tentang pemanfaatan mikroba tanah untuk meningkatkan produktivitas tanaman tanpa penggunaan pupuk kimia berlebih telah diadopsi oleh petani di berbagai daerah di Jawa Timur dan Bali. Ia juga aktif dalam program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil.
“Kami melihat ini sebagai bukti bahwa kerja sama dan dukungan antar pasangan dapat membawa prestasi besar bagi institusi dan masyarakat. Kedua profesor ini telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada negeri,” ujar Rektor Unair dalam sambutannya.
Kisah Inspiratif Pasangan Profesor yang Saling Mendukung
Sebelum diangkat sebagai guru besar, keduanya telah menjalani proses seleksi yang ketat selama lebih dari tiga tahun, mulai dari penulisan karya ilmiah utama, evaluasi kontribusi akademik, pengelolaan program pendidikan, hingga presentasi publik yang diikuti oleh dewan guru besar Unair.
Menurut mereka, perjalanan karir akademik tidak selalu mudah, namun dukungan keluarga menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan. Mereka bertemu saat menjadi mahasiswa pascasarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2000 dan sejak itu saling mendukung dalam setiap langkah karir.
“Kita sering berdiskusi tentang ide penelitian hingga larut malam, saling mengoreksi tulisan, dan bahkan bersama-sama mengunjungi lokasi penelitian di daerah terpencil. Ini bukan hanya prestasi pribadi kita masing-masing, tetapi juga hasil kerja sama kita berdua selama lebih dari dua dekade,” ujar Prof. Siti Nurmaini setelah upacara.
Prof. Rino Abdul Rahman menambahkan, “Kami berharap kisah kami dapat menginspirasi para akademisi muda, terutama pasangan yang sama-sama berkarier di dunia pendidikan tinggi, bahwa prestasi besar dapat diraih dengan kerja keras dan dukungan tim.”
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia
Pada bagian akhir upacara, ketiga guru besar menyampaikan pidato ilmiah masing-masing. Pasangan profesor tersebut menyampaikan harapan agar perguruan tinggi di Indonesia semakin fokus pada penelitian yang berdampak langsung bagi kemajuan negara dan kesejahteraan masyarakat. Mereka juga berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan dan penelitian di Unair serta menjalin kerja sama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Kepala Biro Humas Unair, Dr. Ir. Agus Purnomo, M.Si., menyatakan bahwa pengukuhan pasangan guru besar ini menjadi contoh positif bagi seluruh sivitas akademika. “Ini adalah momen bersejarah yang akan kita kenang dalam sejarah Unair. Kisah mereka menunjukkan bahwa prestasi akademik dan keharmonisan keluarga dapat berjalan seiring,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan sambutan hangat dari keluarga serta rekan sejawat akademik.
(Reina)

