Itime. Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berkomitmen untuk menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif, termasuk di lingkungan sekolah.
Salah satunya, seperti yang dilakukan Polda Kalteng di bawah kepemimpinan Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. , yang membuat gebrakan dengan membentuk ‘Polisi Keamanan Sekolah’ (PKS) yang dibentuk dari siswa dan untuk siswa.
Program itu dibentuk pada Apel Besar PKS se-Kalteng yang digelar di Lapangan Harati, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalteng, Desa Bukit Rawi, Kec. Kahayan Tengah, Kab. Pulpis, dan diikuti sebanyak 381 peserta dari SMA dan SMK. Sabtu (14/2/2026) malam.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng menegaskan bahwa pembentukan Polisi Siswa ini merupakan upaya efektif dalam memperkuat peran siswa menjaga keamanan dan ketertiban sekolah.
Program yang mengusung konsep dari siswa untuk siswa ini, juga sebagai implementasi pilar jaga warga, jaga lingkungan, jaga aturan, dan jaga amanah.
“Melalui peran tersebut, siswa didorong untuk terlibat dalam langkah-langkah preemtif di lingkungan pendidikan,” ungkap Kapolda.
Irjen Iwan berharap dengan dibentuknya Polisi siswa akan membantu menjaga kelancaran aktivitas sekolah, melindungi teman-temannya, serta melaporkan potensi gangguan kepada guru atau pihak sekolah.
“Keamanan sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru atau aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif para siswa sebagai agen perubahan,” terangnya.
Kapolda menekankan peran Polisi Siswa Keamanan Sekolah akan difokuskan pada pencegahan tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), kekerasan, radikalisme, tindakan anarkis, serta berbagai perilaku negatif lainnya.
“Sinergi ini dinilai strategis dalam membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan rasa aman di kalangan pelajar,” tandasnya.
“Jadilah polisi bagi diri sendiri. Jaga disiplin, jaga lingkungan, dan jaga aturan demi masa depan Indonesia Emas 2045, sekaligus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan bebas dari berbagai potensi gangguan di sekolah,” demikian Iwan.
(Tim)

