Itime. JAKARTA – ‘Django” (1966) adalah film Spaghetti Western ikonik garapan sutradara Sergio Corbucci yang dibintangi Franco Nero. Film ini terkenal karena kekerasan, nuansa kelam, dan adegan pembuka yang tak terlupakan.
Selasa (17/2/2026)
Berikut adalah cerita lengkap film Django (1966) :
Orang Asing dan Peti Mati
Film dimulai dengan menampilkan Django (Franco Nero), seorang mantan prajurit Union, berjalan tertatih-tatih di lanskap berlumpur di perbatasan AS-Meksiko. Ia mengenakan seragam Union kotor, syal biru, dan yang paling mencolok, menyeret sebuah peti mati kayu berat dengan tali.
Di tengah jalan, ia menyelamatkan seorang wanita muda bernama María (Loredana Nusciak) yang disiksa oleh sekelompok bandit Meksiko. Bandit-bandit tersebut kemudian dibantai oleh geng “Red Shirts” (Kaos Merah) pimpinan Major Jackson, seorang mantan perwira Konfederasi yang rasis dan brutal.
Django membawa María ke sebuah kota hantu yang sepi, hampir tidak berpenghuni, kecuali bar/rumah bordil yang dikelola oleh Nathaniel.
Kota tersebut merupakan zona netral dalam perang saudara antara dua faksi kejam, Red Shirts (Major Jackson), Rasis kulit putih yang membantai warga Meksiko.
Revolusioner Meksiko (General Hugo Rodríguez): Geng yang haus emas.
Jackson dan anak buahnya datang ke kota untuk memeras Nathaniel. Django menantang Jackson, dan dalam satu adegan yang sangat cepat, Django membunuh lima anak buah Jackson sendirian. Namun, Jackson berhasil melarikan diri.
Django memutuskan untuk tinggal dan menunggu Jackson kembali.
Terungkap bahwa peti mati yang diseret Django tidak berisi mayat, melainkan sebuah senapan mesin (mitrailleuse) yang sangat kuat. Django menggunakan senapan mesin ini untuk menghabisi puluhan anak buah Jackson yang kembali untuk membalas dendam.
Pengkhianatan
Django kemudian menjalin aliansi dengan General Hugo (musuh bebuyutan Jackson). Hugo ingin merampas emas dari tentara Meksiko. Django setuju membantu merampas emas tersebut dengan imbalan bagian dari emasnya.
Meskipun berhasil merampas emas, Django menyadari bahwa Hugo dan pengikutnya mulai bertindak kejam seperti Jackson. Django, yang ingin memulai hidup baru bersama María, memutuskan untuk mencuri emas tersebut.
Kehancuran dan balas dendam
saat mencoba kabur dengan emas, Django dan María terjebak. Saat berusaha menyeberangi jembatan, peti mati berisi emas jatuh ke dalam pasir hisap.
Anak buah Hugo, Miguel, menangkap Django dan sebagai hukuman, ia memerintahkan anak buahnya untuk menginjak-injak tangan Django sampai hancur, membuatnya tidak bisa lagi menggunakan pistol dengan cepat.
Hugo dan anak buahnya kemudian berangkat ke Meksiko untuk melawan Jackson, tetapi mereka terjebak dan dibantai oleh Jackson.
Pertarungan di Pemakaman
Dalam keadaan terluka parah dan tangan hancur, Django kembali ke kota hantu dan berlindung di pemakaman (Tombstone Cemetery). Jackson mengetahui hal ini dan datang untuk menghabisi Django.
Dalam adegan final yang ikonik, Django yang tangan-nya hancur, menggunakan salib kuburan untuk menahan pistolnya, menarik pelatuk dengan gigi, dan menembak Jackson serta anak buahnya yang tersisa.
Setelah membalaskan dendamnya, Django meninggalkan pistolnya di salib kuburan dan berjalan tertatih-tatih meninggalkan pemakaman, akhirnya terbebas dari masa lalunya.
Tema dan Ciri Khas
Django bukanlah pahlawan konvensional. Ia digerakkan oleh balas dendam dan uang, meskipun ia memiliki sisi kemanusiaan dibandingkan faksi lain.
Film ini sangat brutal dan kotor, berbeda dengan Western Amerika yang rapi.
Simbolisme: Peti mati melambangkan kematian yang dibawanya bagi musuh-musuhnya.
Film ini melahirkan puluhan sekuel tidak resmi dan menginspirasi Django Unchained (2012) karya Quentin Tarantino, di mana Franco Nero muncul sebagai cameo.
(Reporter : Widi)

