Itine.Salatiga 25 Februari 2026 .Bulan suci Ramadan tidak menjadi penghalang bagi para anggota Sanggar Lintang untuk terus mengasah kemampuan dalam olahraga line dance. Meski menjalani ibadah puasa, semangat para anggota tetap menyala, terlihat dari rutinitas latihan yang tetap digelar secara disiplin dan penuh antusiasme.
Latihan yang berlangsung dengan penuh kekompakan ini menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga komitmen dan konsistensi. Setiap gerakan dipelajari dengan teliti, mulai dari teknik dasar hingga koreografi yang lebih kompleks.
Dalam proses latihan, kesalahan gerakan tentu menjadi hal yang wajar. Namun bagi para anggota, hal tersebut justru menjadi bagian penting dari pembelajaran. Berlatih line dance membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta keseimbangan antara olah tubuh dan daya ingat. Setiap langkah, hitungan, dan perpindahan posisi harus dilakukan secara serempak agar menghasilkan gerakan yang harmonis.
Sebagai instruktur, dikenal sabar dan telaten dalam membimbing. Ia tak pernah lelah memberikan dorongan semangat kepada para peserta. Berbagai motivasi dan teknik gerakan line dance terus ia tanamkan, mulai dari ketepatan hitungan, keluwesan tangan, hingga ekspresi yang mendukung penampilan.
“Latihan bukan hanya soal bisa atau tidak, tapi soal proses. Kesalahan itu biasa, yang penting terus mau belajar dan tidak menyerah,” ujar Ibu Lyla di sela-sela latihan.
Menariknya, suasana latihan di Sanggar Lintang bukan sekadar ajang berolahraga. Kebersamaan dan kekompakan selalu dijaga di setiap sesi. Canda tawa kerap terdengar, namun tetap dalam koridor disiplin dan saling menghargai. Nilai silaturahmi menjadi pondasi utama, mempererat hubungan antaranggota agar tetap solid, baik di dalam maupun di luar arena latihan.
Tak hanya teknik gerakan yang diasah, etika dalam berbicara dan sikap saling menghormati juga ditanamkan. Hal ini menjadi ciri khas Sanggar Lintang, bahwa olahraga line dance bukan hanya membentuk tubuh yang sehat, tetapi juga membangun karakter yang santun dan berjiwa positif.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, latihan line dance justru menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat persaudaraan. Dengan semangat yang tak surut, Sanggar Lintang membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang.
Ke depan, para anggota berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan tampil dalam berbagai ajang maupun kegiatan kota. Semangat, disiplin, dan kebersamaan menjadi kunci utama mereka untuk terus melangkah selaras dalam setiap irama.
(Reina)

