Yangon, Itome.id —Yangon 20 November 2025 . Militer Myanmar melakukan operasi besar-besaran terhadap sebuah pusat penipuan daring (online scam) di wilayah perbatasan dengan Thailand. Dalam penggerebekan ini, sekitar 346–350 orang ditangkap, serta ribuan ponsel disita.
Operasi dilakukan pada Selasa pagi waktu setempat di kompleks Shwe Kokko, yang dikenal sebagai pusat penipuan dan perjudian online. Dalam penggerebekan itu, militer menyatakan telah menyita hampir 10.000 ponsel yang digunakan dalam operasi judi dan penipuan daring.
Menurut laporan dari media pemerintah Myanmar, dari ratusan orang yang ditahan, semuanya adalah warga negara asing. Militer menuduh bahwa kelompok-kelompok bersenjata oposisi memberi perlindungan kepada pusat-pusat penipuan ini, dan penggerebekan terjadi setelah militer mengklaim menguasai kembali wilayah tersebut.
Militer juga menyebut nama She Zhijiang, pemimpin perusahaan Yatai (China-Kamboja) yang dituduh berperan dalam skema penipuan dan perjudian di Shwe Kokko. She sebelumnya ditangkap di Thailand pada tahun 2022 dan diekstradisi ke China.
Sejak kudeta militer Myanmar pada 2021, wilayah perbatasan dengan Thailand dan negara tetangga lainnya telah menjadi tempat subur bagi “pabrik-pabrik scam” daring. Grup bersenjata lokal dan kontrol militer yang lemah disebut-sebut menjadi faktor penyebab maraknya pusat-pusat penipuan ini.
Beberapa pengamat menilai bahwa operasi militer kali ini sebagian juga bersifat propaganda. Sejak Februari lalu, junta militer mengklaim melakukan penindakan keras terhadap sindikat scam, di tengah tekanan diplomatik dari China, mitra militer penting Myanmar.

Kasus pusat scam di Myanmar juga menarik perhatian internasional karena keterkaitan dengan perdagangan manusia. Banyak pekerja yang ada di pusat scam ini dilaporkan direkrut melalui janji pekerjaan “hitam” dan akhirnya dipaksa untuk melakukan penipuan daring.
Sebelumnya, militer Myanmar juga pernah menghancurkan banyak bangunan yang digunakan sebagai markas scam daring.
- Operasi ini menunjukkan partisipasi aktif militer Myanmar dalam menanggulangi praktik penipuan daring, setidaknya secara publik.
- Namun, latar geopolitik (tekanan China) dan struktur milisi lokal kemungkinan memengaruhi bagaimana operasi ini dijalankan dan dikomunikasikan.
- Isu perdagangan manusia tetap besar: banyak “pekerja” di pusat scam adalah korban jaringan kriminal, bukan pelaku murni.
