Kuala Lumpur, iTime.id – Kuala lumpur 24 November 2025 .Sejak pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo resmi menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia. Langkah ini memicu harapan dari berbagai pihak agar diplomasi Indonesia–Malaysia semakin diperkuat di era baru.
Tiga Program Utama Dubes Iman
Setelah dilantik, Dubes Iman mengungkapkan bahwa dirinya akan fokus pada tiga prioritas program jangka pendek:
- Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI)
Iman menegaskan akan memperkuat perlindungan bagi pekerja migran Indonesia, baik yang formal maupun informal, di Malaysia. - Pengembangan Ekonomi
Ia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral, khususnya investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia. - Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata
Dubes Iman juga menyoroti sektor humaniora — pendidikan, kesehatan, dan pariwisata — sebagai bagian dari diplomasi lintas masyarakat yang akan dijalankan.
Harapan Komunitas dan Organisasi
Harapan besar ditujukan kepadanya dari sejumlah organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia, terutama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Malaysia. Ketua KNPI, Tengku Adnan, menyebut bahwa Dubes Iman diharapkan menjadi jembatan strategis untuk memperkuat hubungan bilateral, termasuk perlindungan pekerja migran, memperluas investasi, dan penguatan identitas sosial budaya generasi muda WNI di Malaysia.
Selain itu, ormas-ormas lain di Malaysia juga menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Dubes baru, sekaligus menyatakan dukungan mereka untuk kerja sama di bidang diplomasi warga negara dan kebudayaan.
Jejak Diplomasi Pendahulu: Dubes Hermono
Sebelum Iman Kusumo, posisi dubes diduduki oleh Dato’ Indera Hermono. Sepanjang masa tugasnya, Hermono aktif dalam berbagai isu strategis, khususnya perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia:
- Ia menjadi sorotan karena menyatakan bahwa beberapa pekerja rumah tangga asal Indonesia mengalami perlakuan layaknya “perbudakan modern.”
- Hermono juga menegaskan pentingnya sistem perekrutan tenaga kerja melalui One Channel System (OCS) untuk memastikan transparansi dan perlindungan pekerja.
- Sebagai diplomat, ia mendukung peran media Indonesia seperti ANTARA untuk menyebarkan informasi yang benar kepada warga negara Indonesia di Malaysia, sekaligus mengadvokasi akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran.
Tantangan Diplomatik di Depan Mata
Meskipun sudah ada komitmen kuat dari Dubes baru, tantangan tetap besar. Misalnya, Dubes Hermono sebelumnya menyebut bahwa peran ANTARA di Kuala Lumpur penting untuk menyeimbangkan narasi media dan menjembatani kebijakan KBRI dengan kebutuhan warga di lapangan.
Sementara itu, perubahan kebijakan imigrasi di Malaysia belakangan ini telah memengaruhi arus pekerja migran Indonesia. Menurut Hermono saat itu, regulasi yang lebih ketat membuat Malaysia bukan lagi pilihan utama bagi pekerja Indonesia.
Kesimpulan dan Prospek ke Depan
Dengan latar belakangnya yang kuat dan program prioritas yang jelas, Dubes Iman Kusumo diharapkan dapat membawa babak baru dalam hubungan diplomatik Indonesia–Malaysia. Fokus pada perlindungan pekerja migran, dorongan ekonomi, sekaligus pendekatan pembinaan sosial-budaya dapat menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia di mata Malaysia — sekaligus menjaga kepentingan warganya di negeri tetangga.
Ke depannya, publik dan komunitas WNI di Malaysia akan menanti realisasi dari program-program tersebut. Keberhasilan Dubes Iman bisa menjadi tolok ukur sekaligus inspirasi untuk diplomasi yang lebih manusiawi dan berorientasi rakyat.
Reina
