Itime.Surakarta, 6 Februari 2026 – Menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan 1447 H, harga sejumlah kebutuhan pokok dan bahan kuliner di beberapa wilayah Jawa mulai menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Lonjakan harga tercatat pada komoditas strategis seperti cabai, telur ayam, bawang merah, daging ayam, serta bahan-bahan pendukung kuliner pasar Ramadhan seperti tepung, kacang hijau, dan gula merah, sementara beberapa komoditas lain seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng masih stabil di kisaran harga wajar.
KENAIKAN HARGA KOMODITAS BERBAGAI WILAYAH
Pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menunjukkan fluktuasi harga yang berbeda-beda di setiap wilayah:
Di Jawa Timur
Di Pasar Besar Ngawi, Kamis (5/2/2026) pagi menunjukkan bahwa cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling mencolok. Harga komoditas ini kini mencapai Rp95 ribu per kilogram, naik dari Rp70 ribu per kilogram sebelumnya dalam waktu dua hari terakhir. Cabai merah keriting juga naik dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Telur ayam ras kini dijual Rp28 ribu per kilogram, naik Rp2 ribu dibanding harga sebelumnya. Bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam naik bertahap hingga Rp39 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp37 ribu.
Tak hanya bahan pokok utama, sejumlah sayuran dan bahan kuliner juga mengalami lonjakan harga signifikan. Daun selada misalnya, kini dijual Rp30 ribu per kilogram atau dua kali lipat dari harga sebelumnya Rp15 ribu. Kubis pun naik dari Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram. Bahan untuk kuliner khas Ramadhan seperti kacang hijau naik dari Rp18 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram, sedangkan tepung terigu naik dari Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram.
Di Jawa Tengah
Data dari Sistem Informasi Kebutuhan Pokok (SIMBOK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen per tanggal 5 Februari 2026 menunjukkan bahwa harga komoditas seperti beras (Rp10.500-Rp12.000 per kg), gula pasir (Rp15.000 per kg), minyak goreng kemasan (Rp14.000 per liter), daging sapi lokal (Rp120.000 per kg), dan telur ayam kampung (Rp35.000 per kg) masih stabil tanpa perubahan harga signifikan. Namun, cabai merah keriting dan rawit di wilayah tersebut dijual Rp45 ribu dan Rp58 ribu per kilogram masing-masing, naik sekitar 15% dalam seminggu terakhir.
Di Pasar Klewer Surakarta, pedagang makanan ringan pasar Ramadhan seperti penjual kolak, bubur ayam, dan lumpia mulai mempersiapkan stok bahan. Menurut Sri Wahyuni, penjual kolak khas Solo, kenaikan harga gula merah dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram membuatnya harus menyesuaikan harga jual sedikit. “Kita coba jangan naik terlalu banyak, agar tetap bisa dinikmati masyarakat yang berpuasa,” ujarnya.
Di Jawa Barat
Di Pasar Cikapundung Bandung, harga bawang putih naik dari Rp28 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, sedangkan cabe hijau naik dari Rp22 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram. Bahan untuk pembuatan takjil seperti tape ketan naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per bungkus, dan durian untuk es durian juga mengalami kenaikan harga hingga 20% akibat permintaan yang meningkat.
FAKTOR PENYEBAB KENAIKAN HARGA
Menurut analisis dari Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, faktor utama penyebab kenaikan harga adalah:
1. Meningkatnya permintaan pasar menjelang Ramadhan, terutama untuk bahan makanan pembuka puasa (takjil) dan hidangan berbuka bersama
2. Pasokan yang terbatas akibat gangguan rantai pasokan akibat kondisi cuaca ekstrem dan perbaikan jalan di beberapa daerah penghasil komoditas
3. Peningkatan biaya produksi dan transportasi akibat kenaikan harga BBM subsidi yang dialihkan ke jenis lain
4. Spekulasi pasar yang dilakukan oleh sebagian pedagang yang memanfaatkan situasi menjelang musim libur dan ibadah
5. Permintaan tambahan untuk kebutuhan makanan prasmanan di berbagai acara sosial dan keagamaan yang semakin banyak dilaksanakan menjelang Ramadhan
UPAYA STABILISASI HARGA DARI PEMERINTAH
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih besar, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah komprehensif stabilisasi pangan dan kuliner Ramadhan:
1. Penyelenggaraan Pasar Murah dan Operasi Pasar
Pemprov Jawa Timur telah memperkuat pemantauan stok pangan dan menyelenggarakan pasar murah di 35 titik strategis mulai tanggal 10 Februari 2026. Sedangkan di Jawa Tengah, pemerintah daerah akan membuka 50 titik pasar murah yang menjual bahan pokok dan bahan takjil dengan harga 10-15% lebih murah dari harga pasar. Di Jawa Barat, akan ada operasi pasar yang dilakukan secara bergilir di setiap kecamatan mulai minggu depan.
2. Peningkatan Distribusi dari Gudang Cadangan
Badan Pangan Nasional (NFA) telah menyiapkan stok cadangan beras sebanyak 2,5 juta ton, gula pasir 500 ribu ton, dan minyak goreng 300 ribu ton yang siap didistribusikan ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan. “Kita akan memastikan distribusi berjalan lancar agar tidak ada daerah yang kekurangan stok bahan pokok,” ujar Plt. Sekretaris Utama NFA, Sarwo Edhy dalam kunjungan kerja di Yogyakarta.
3. Program Kuliner Ramadhan Murah Meriah
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meluncurkan program “Ramadhan Kuliner Nusantara” yang menyediakan berbagai hidangan takjil dan makanan berbuka dengan harga terjangkau. Di Surakarta, akan ada lokasi pasar kuliner Ramadhan yang dikelola secara terpadu dengan pengawasan harga dan keamanan pangan.
4. Pemantauan dan Pengawasan Harga
Tim gabungan dari Dinas Perdagangan, Polisi Perdagangan, dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) akan melakukan pengawasan secara berkala ke pasar tradisional, pasar modern, dan tempat penjualan kuliner Ramadhan untuk mencegah praktik harga tinggi dan penimbunan barang.
5. Pemberian Bantuan Bahan Pokok
Pemerintah pusat dan daerah akan memberikan bantuan sembako berupa paket bahan pokok kepada keluarga kurang mampu sebanyak 10 juta paket secara nasional, dengan alokasi khusus untuk wilayah Jawa sebesar 4,5 juta paket.
IMBAUAN UNTUK MASYARAKAT
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian secara cerdas dengan memperhatikan kebutuhan aktual, menghindari penimbunan barang agar pasokan tetap terjaga dan harga tidak melonjak secara tidak wajar. Selain itu, disarankan untuk memanfaatkan program pasar murah dan memilih bahan makanan lokal yang lebih terjangkau namun tetap bergizi.
“Kita juga mengajak pelaku usaha kuliner Ramadhan untuk tetap menjaga kualitas dan harga yang wajar, karena ini adalah bagian dari ibadah kita bersama dalam bulan suci Ramadhan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Haryanto, M.Si.
Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi harga terbaru dan lokasi pasar murah, pemerintah telah meluncurkan aplikasi mobile “Harga Pasar Indonesia” yang dapat diunduh secara gratis melalui Play Store dan App Store.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
