Itime.Surakarta, 6 Februari 2026 – Indonesia kaya akan ragam seni budaya yang menjadi identitas bangsa, dengan lebih dari 1.300 jenis seni tradisional tercatat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Namun sebagian besar di antaranya menghadapi risiko kepunahan akibat kurangnya pemahaman dan generasi penerus. Berbagai bentuk seni budaya yang telah ada selama berabad-abad memerlukan perhatian khusus agar bisa terus hidup dan berkembang di era modern ini.
SENI BUDAYA INDONESIA YANG WAJIB DIKENALI
Selain menjadi bagian dari identitas bangsa, setiap jenis seni budaya memiliki nilai filosofis dan sejarah yang mendalam. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Wayang Kulit
Asal-usul dari Jawa dan Bali, wayang kulit bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga sarana pendidikan nilai-nilai budaya, agama, dan etika. Dibawakan oleh dalang dengan menggunakan kulit kayu yang diukir halus dan diberi warna khusus, pertunjukan ini biasanya mengangkat cerita dari Kakawin Ramayana, Mahabharata, maupun cerita rakyat lokal seperti Hikayat Panji. Setiap motif dan warna pada wayang memiliki makna tersendiri. Saat ini, jumlah dalang muda yang menguasai seni ini semakin berkurang, dengan hanya sekitar 2.500 dalang profesional yang masih aktif di seluruh Indonesia menurut data Asosiasi Dalang Indonesia (ADI).
2. Batik
Batik sebagai warisan budaya dunia UNESCO (diakui tahun 2009) memiliki beragam motif khas dari berbagai daerah, seperti batik Solo dengan motif parang rusak, Yogyakarta dengan motif sekar jagad, Pekalongan dengan motif flora dan fauna khas laut, dan Madura dengan motif geometris. Proses pembuatannya meliputi tahap membatik (menutupi bagian kain dengan malam), pewarnaan, hingga proses finishing yang membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Saat ini, batik tradisional manual tergeser oleh produk cetak masal yang lebih murah dan cepat diproduksi.
3. Tari Kecak
Asal dari Desa Batubulan, Bali, tari ini dikenal dengan irama suara “cak-cak-cak” yang dihasilkan oleh ratusan penari tanpa menggunakan musik instrumen apapun. Pertunjukan yang awalnya terkait dengan ritual agama Hindu untuk menghalau roh jahat kini menjadi daya tarik wisata internasional. Namun perlu diperhatikan agar tidak kehilangan makna filosofis aslinya akibat adaptasi yang terlalu banyak untuk kepentingan pariwisata.
4. Gamelan
Alat musik tradisional yang terdiri dari berbagai jenis gangsa, kendang, saron, bonang, gong, dan celempung. Gamelan menjadi bagian penting dalam upacara adat, pernikahan, khitanan, hingga pertunjukan seni di Jawa dan Bali. Setiap daerah memiliki gaya bermain dan komposisi alat musik yang berbeda, seperti gamelan Klasik Jawa, Gamelan Bali, dan Gamelan Sunda. Masalah utama adalah kurangnya minat pemuda untuk belajar memainkan alat musik yang cukup kompleks ini, dengan rata-rata usia pemain gamelan di komunitas tradisional mencapai 45 tahun.
5. Seni Pertunjukan Sandiwara
Sandiwara adalah teater tradisional yang populer di Jawa Barat (Sandiwara Sunda), Jawa Tengah (Sandiwara Jawa), dan Bali (Sandiwara Bali). Pertunjukan yang menggabungkan cerita rakyat, musik, tari, dan komedi ini biasanya diadakan di halaman rumah atau lapangan terbuka. Cerita yang diangkat seringkali mengandung pesan moral dan kritik sosial. Kini sandiwara sulit bersaing dengan hiburan modern seperti film dan acara televisi, dengan hanya sekitar 50 kelompok sandiwara yang masih aktif di seluruh Jawa.
6. Seni Ukir Kayu
Merupakan seni yang tersebar di berbagai daerah seperti Jepara (Jawa Tengah), Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Motif ukiran biasanya diambil dari flora, fauna, dan simbol-simbol budaya lokal. Ukiran digunakan sebagai dekorasi rumah, alat upacara, maupun kerajinan tangan. Saat ini, banyak pengrajin beralih ke produksi massal dengan menggunakan mesin yang mengurangi keunikan dan nilai seni dari hasil karya.
PENYEBAB RISIKO KEPUNAHAN
Berdasarkan studi dari Pusat Penelitian Seni Budaya Kemendikbudristek tahun 2025, faktor-faktor yang menyebabkan risiko kepunahan seni budaya antara lain:
- Kurangnya pemahaman dan minat dari kalangan muda terhadap nilai dan makna seni budaya tradisional, akibat pengaruh budaya global dan teknologi digital.
- Persaingan dengan bentuk hiburan modern yang lebih mudah diakses, murah, dan dinikmati secara instan.
- Kurangnya dukungan infrastruktur dan pendanaan untuk pelatihan, pengembangan, serta penyelenggaraan pertunjukan seni tradisional.
- Terbatasnya jumlah pengajar atau seniman yang mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda, akibat usia yang sudah lanjut atau kurangnya insentif ekonomi.
- Perubahan pola hidup masyarakat yang lebih fokus pada aktivitas ekonomi dan kurang memiliki waktu untuk mengikuti atau menghadiri pertunjukan seni tradisional.
UPAYA PERLAKSANAAN AGAR TIDAK PUNAH
Untuk mengatasi hal ini, berbagai pihak telah melakukan upaya konkret untuk melestarikan seni budaya Indonesia:
1. Pengintegrasian ke Dalam Kurikulum Pendidikan
Banyak daerah telah mulai memasukkan pembelajaran batik, wayang, gamelan, atau tari tradisional ke dalam mata pelajaran di sekolah dasar hingga menengah. Di Jawa Tengah sendiri, mulai tahun ajaran 2024/2025, mata pelajaran “Seni Budaya Daerah” menjadi mata pelajaran wajib dengan jam pelajaran khusus setiap minggu.
2. Pembentukan Komunitas Seni Muda
Pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk mendirikan komunitas seni yang memberikan pelatihan gratis dan kesempatan untuk berprestasi. Contohnya adalah Komunitas Wayang Muda Solo yang telah melatih lebih dari 500 pemuda sejak tahun 2020, atau Komunitas Batik Muda Pekalongan yang memberikan pelatihan teknik batik tradisional kepada anak-anak sekolah dan pemuda.
3. Penggunaan Teknologi Digital
Beberapa seniman dan lembaga mengabadikan proses pembuatan dan pertunjukan seni budaya dalam bentuk video dokumenter, konten di platform media sosial seperti YouTube dan Instagram, serta aplikasi pembelajaran interaktif. Kemendikbudristek juga telah meluncurkan platform digital “Galeri Budaya Indonesia” yang menyimpan ribuan konten tentang seni budaya dari seluruh daerah.
4. Kolaborasi dengan Industri Kreatif
Penggabungan motif batik atau unsur seni tradisional ke dalam produk fashion, kerajinan tangan, pernak-pernik, atau media digital membantu meningkatkan daya tarik dan nilai ekonomi seni budaya. Banyak desainer lokal yang bekerja sama dengan pengrajin tradisional untuk menciptakan produk yang sesuai dengan tren masa kini namun tetap mempertahankan nilai budaya.
5. Peningkatan Pemerataan Akses
Pertunjukan seni tradisional diadakan secara berkala di tempat umum seperti taman kota, pusat perbelanjaan, atau kompleks perumahan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi untuk penyelenggaraan festival seni budaya, seperti Festival Wayang Nasional yang diadakan setiap tahun di Solo, atau Festival Batik Indonesia di Pekalongan.
6. Pemberian Insentif dan Pengakuan
Pemerintah daerah memberikan bantuan dana dan fasilitas kepada kelompok seni tradisional, serta memberikan penghargaan kepada seniman yang berperan aktif dalam pelestarian seni budaya. Beberapa daerah juga telah menetapkan hari khusus untuk seni budaya, seperti “Hari Batik Nasional” yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.
PERAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN
Pelestarian seni budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan seniman profesional, tetapi juga seluruh masyarakat. Setiap individu dapat berperan dengan cara mengenal dan memahami seni budaya daerah sendiri, membeli produk seni budaya asli dari pengrajin lokal, menghadiri pertunjukan seni tradisional, atau bahkan belajar langsung untuk menguasai salah satu jenis seni budaya.
(Reina)

#itime, #itimepertanian, #itimeperistiwa, #itimeArtikel, #itimeviral, #itimeberita, #itimebudaya, #itimepemerintah, #itimehukum, #itimenasional, #itimeregional, #itimeinternasional, #itimeolahraga, #itimegayahidup, #itimetni, #itimePolri, #itimeuncatagorized, #itimependidikan, #itimepengetahuan, #itimesorot, #itimesemuaorang, #itimeviral, #itimewartawan, #itimedunia, #itimeportal, #itimeekonomi, #itimeglobal, #itimeteman, #itimesahabat, #itimerepublik, #itimeberitabaru, #itimeberitaterkini, #itimehariini, #itimenews, #itimeterkini, #itimepagi, #itimetv, #itimeberita, #itimemedia, #itimeindonesia, #itimeasia, #itimenusantara, #itimeprovinsi, #itimewaktu, #itimevidio, #itimefilm, #itimetrendi
