Itime portal. Muara enim. Aktivitas tambang batu bara ilegal di 2 Desa Tanjung Agung,Dan Desa paduraksa Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, kembali menjadi sorotan publik. Warga setempat menuding adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang disebut-sebut menjadi “tameng” bagi praktik tambang Batu-Bara tanpa izin tersebut.
Nama seorang oknum yang dikenal dengan sebutan Juandri Dan ipan dari kesatuan intelebong mencuat dalam perbincangan masyarakat. Ia diduga memiliki kedekatan dengan institusi militer dan disebut-sebut ikut melindungi aktivitas tambang ilegal agar tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi terkait kebenaran dugaan tersebut.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengaku resah. Mereka menilai aktivitas tambang ilegal itu tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga seolah kebal hukum.
“Sudah lama beroperasi, tapi tidak pernah benar-benar ditindak. Kami jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya,” ujar salah satu warga.
Sorotan juga mengarah kepada aparat penegak hukum di wilayah setempat. Polsek Tanjung Agung dinilai belum menunjukkan langkah tegas dalam menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut. Kondisi ini memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa aparat seakan tidak berdaya menghadapi dugaan adanya beking dari oknum tertentu.
Kapolsek Tanjung Agung saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Sementara itu, pihak terkait lainnya juga belum memberikan klarifikasi mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang ilegal ini.
Pengamat hukum dan kebijakan publik menilai, jika dugaan ini benar, maka hal tersebut menjadi persoalan serius yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Penegakan hukum yang tebang pilih atau terkesan tumpul ke atas dinilai berpotensi memperparah praktik ilegal di sektor sumber daya alam.
“Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal, apalagi jika ada indikasi keterlibatan oknum aparat. Harus ada investigasi menyeluruh dan transparan,” ujar seorang pengamat.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum dan institusi terkait untuk mengusut tuntas dugaan ini. Transparansi dan ketegasan dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.
(Tim)
