Itime portal. SEMARANG – Seorang pria tanpa identitas dilaporkan hanyut terbawa arus deras saat berada di saluran irigasi yang bermuara ke Sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, pada Jumat (22/5/2026) siang sekitar pukul 13.20 WIB. Hingga Jumat malam, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya seseorang yang hanyut di kawasan aliran Banjir Kanal Barat. Setelah menerima informasi tersebut, tim penyelamat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian.
“Kami menerima informasi adanya orang hanyut di Sungai Banjir Kanal Barat dan langsung mengirimkan satu tim untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian, korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sela-sela batu di muara saluran irigasi. Saat itu arus air diketahui cukup deras akibat debit air yang meningkat.
Warga yang melihat kejadian tersebut sempat mencoba memberikan pertolongan. Korban bahkan disebut sempat berdiri dan berusaha menggapai tangan warga dari atas tanggul. Namun upaya penyelamatan itu belum berhasil.

“Korban sempat berdiri dan berpegangan pada kaki warga yang hendak menariknya dari atas. Namun diduga karena kelelahan menahan derasnya arus, pegangan korban terlepas dan langsung hanyut,” terang Budiono.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai mulai dari titik awal korban dilaporkan hanyut hingga area jembatan rel kereta api. Pencarian dilakukan dengan melibatkan personel yang turun langsung ke aliran sungai untuk menyisir tepian maupun titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Sebanyak 18 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut. Namun hingga penyisiran mencapai kurang lebih dua kilometer dari lokasi awal kejadian, korban belum berhasil ditemukan.
“Tim melakukan penyisiran melibatkan 18 personel SAR gabungan yang turun ke sungai, namun hingga jarak kurang lebih dua kilometer belum berhasil menemukan korban,” jelasnya.
Karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas, operasi pencarian sementara dihentikan pada Jumat petang dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi.
Menurut rencana, pencarian lanjutan akan difokuskan dari area bawah rel kereta api hingga menuju muara sungai dengan menggunakan perahu karet agar area pencarian bisa diperluas.
“Besok rencana akan dilakukan pencarian dari bawah rel kereta api hingga muara sungai menggunakan perahu karet. Semoga cuaca cerah dan korban segera ditemukan,” pungkas Budiono.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar karena derasnya arus di kawasan Banjir Kanal Barat belakangan ini dinilai cukup berbahaya, terutama saat debit air meningkat akibat hujan di wilayah hulu.
(Rico)
