ITime.id .Salatiga 13 Juli 2026 .Buah ciplukan (Physalis angulata) yang dahulu sering dianggap sebagai tanaman liar kini semakin menarik perhatian dunia. Buah berukuran kecil yang terbungkus kelopak menyerupai lampion ini diketahui mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Di sejumlah negara, ciplukan bahkan memiliki nilai jual yang cukup tinggi karena dimanfaatkan sebagai buah segar, bahan pangan premium, hingga produk herbal.
Ciplukan mengandung vitamin C, vitamin A, serat, antioksidan, serta berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol. Kandungan tersebut berperan dalam membantu menjaga daya tahan tubuh, melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, serta mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa senyawa dalam ciplukan memiliki potensi sebagai antioksidan dan antiradang. Meski demikian, manfaat tersebut masih terus diteliti sehingga ciplukan tidak boleh dianggap sebagai pengganti obat atau terapi medis yang diresepkan tenaga kesehatan.
Di pasar internasional, terutama di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia, ciplukan—yang dikenal dengan nama golden berry atau cape gooseberry—banyak dijual sebagai buah premium. Buah ini dimanfaatkan sebagai campuran salad, hiasan kue, jus, selai, hingga camilan sehat. Karena proses budidaya dan distribusinya memerlukan penanganan khusus, harga jualnya dapat jauh lebih tinggi dibandingkan banyak buah lokal.
Melihat tingginya minat pasar, ciplukan berpotensi menjadi komoditas hortikultura yang menjanjikan bagi petani Indonesia. Dengan budidaya yang baik, pengemasan modern, dan pemenuhan standar ekspor, buah lokal ini memiliki peluang untuk bersaing di pasar global sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Para ahli gizi mengingatkan bahwa konsumsi ciplukan sebaiknya tetap dilakukan sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. Masyarakat juga disarankan mencuci buah hingga bersih sebelum dikonsumsi serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki kondisi medis tertentu.
Ciplukan membuktikan bahwa tanaman yang dulu sering tumbuh liar di pekarangan kini dapat menjadi buah bernilai ekonomi tinggi sekaligus menawarkan berbagai manfaat gizi. Dengan pengelolaan yang tepat, buah asli Indonesia ini berpotensi semakin dikenal dan diminati di pasar dunia.
(Reina)
