ITime.id.Jawa Tengah – 18 Juli 2026 Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam makanan tradisional yang memiliki cita rasa khas. Di Jawa Tengah, terdapat sejumlah jajanan tradisional yang namanya terdengar unik, bahkan bagi sebagian orang terkesan vulgar atau jorok. Meski begitu, makanan-makanan tersebut justru menjadi favorit masyarakat karena rasanya yang lezat dan telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu yang paling terkenal adalah Tai Kucing, kuliner khas Solo. Meski namanya berarti “kotoran kucing”, makanan ini sama sekali tidak berkaitan dengan hal tersebut. Nama itu muncul karena bentuknya yang kecil dan lonjong. Tai Kucing sebenarnya berupa nasi bungkus berukuran mini dengan lauk sederhana seperti sambal, teri, atau oseng tempe, yang biasa disajikan di angkringan.
Selain itu ada Kupat Blengong, makanan khas pesisir Jawa Tengah yang namanya terdengar cukup nyeleneh. Hidangan ini menggunakan ketupat dengan kuah gurih dan menjadi salah satu sajian favorit masyarakat saat acara tertentu.
Ada pula jajanan Gatot, makanan tradisional berbahan dasar singkong yang difermentasi dan dikeringkan. Walaupun namanya terdengar unik, Gatot memiliki rasa khas yang legit dan biasanya disajikan bersama parutan kelapa.
Keunikan nama-nama kuliner tradisional ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak orang penasaran untuk mencicipinya setelah mendengar nama yang tidak biasa. Setelah mencoba, sebagian besar mengaku terkejut karena rasanya jauh lebih nikmat dari kesan yang ditimbulkan oleh namanya.
Para pelaku usaha kuliner berharap makanan tradisional tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Selain menjadi warisan kuliner, jajanan tradisional juga mampu mendukung perekonomian masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan cita rasa autentik, harga yang terjangkau, serta cerita unik di balik penamaannya, jajanan tradisional khas Jawa Tengah tetap menjadi primadona bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati kekayaan kuliner Nusantara.
ITime.id .Jawa Tengah –18 Juli 2026 .Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam makanan tradisional yang memiliki cita rasa khas. Di Jawa Tengah, terdapat sejumlah jajanan tradisional yang namanya terdengar unik, bahkan bagi sebagian orang terkesan vulgar atau jorok. Meski begitu, makanan-makanan tersebut justru menjadi favorit masyarakat karena rasanya yang lezat dan telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu yang paling terkenal adalah Tai Kucing, kuliner khas Solo. Meski namanya berarti “kotoran kucing”, makanan ini sama sekali tidak berkaitan dengan hal tersebut. Nama itu muncul karena bentuknya yang kecil dan lonjong. Tai Kucing sebenarnya berupa nasi bungkus berukuran mini dengan lauk sederhana seperti sambal, teri, atau oseng tempe, yang biasa disajikan di angkringan.
Selain itu ada Kupat Blengong, makanan khas pesisir Jawa Tengah yang namanya terdengar cukup nyeleneh. Hidangan ini menggunakan ketupat dengan kuah gurih dan menjadi salah satu sajian favorit masyarakat saat acara tertentu.
Ada pula jajanan Gatot, makanan tradisional berbahan dasar singkong yang difermentasi dan dikeringkan. Walaupun namanya terdengar unik, Gatot memiliki rasa khas yang legit dan biasanya disajikan bersama parutan kelapa.
Keunikan nama-nama kuliner tradisional ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak orang penasaran untuk mencicipinya setelah mendengar nama yang tidak biasa. Setelah mencoba, sebagian besar mengaku terkejut karena rasanya jauh lebih nikmat dari kesan yang ditimbulkan oleh namanya.
Para pelaku usaha kuliner berharap makanan tradisional tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Selain menjadi warisan kuliner, jajanan tradisional juga mampu mendukung perekonomian masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan cita rasa autentik, harga yang terjangkau, serta cerita unik di balik penamaannya, jajanan tradisional khas Jawa Tengah tetap menjadi primadona bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati kekayaan kuliner Nusantara.
(Reina)
