ITime.id .SINGAPURA –30 Juli 2026 .Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, Pemerintah Singapura kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pelaku usaha kecil. Berbagai paket bantuan sosial dan insentif ekonomi kembali disalurkan pada 2026 sebagai bagian dari upaya menghadapi kenaikan biaya hidup.
Untuk rumah tangga yang memenuhi syarat, pemerintah memberikan berbagai bentuk bantuan yang jika dikonversikan nilainya dapat mencapai sekitar Rp4,2 juta. Bantuan tersebut diberikan melalui kombinasi voucher, potongan tagihan utilitas, serta program dukungan biaya hidup lainnya yang disalurkan secara bertahap.
Sementara itu, pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) juga memperoleh dukungan yang nilainya dapat mencapai sekitar Rp7 juta, tergantung jenis program dan kriteria penerima. Bantuan tersebut bertujuan membantu pelaku usaha menjaga arus kas, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing di tengah tantangan ekonomi global.
Pemerintah Singapura menegaskan bahwa kebijakan bantuan tetap diberikan meskipun kondisi ekonomi nasional relatif kuat. Langkah ini dilakukan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah dan menengah serta pelaku usaha kecil.
Selain bantuan tunai dan voucher, pemerintah juga menyalurkan potongan biaya utilitas (U-Save) dan berbagai skema bantuan lain untuk meringankan pengeluaran rumah tangga. Pada Juli 2026, lebih dari satu juta rumah tangga yang tinggal di perumahan HDB menerima tambahan potongan biaya utilitas sebagai bagian dari program permanen GST Voucher.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana Singapura memadukan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan sosial. Pemerintah berharap berbagai program bantuan dapat menjaga konsumsi masyarakat, memperkuat sektor usaha kecil, serta mempertahankan stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
(Reina)
