ITime.id .Bandung – 31 Juli 2026 .Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau yang mulai melanda berbagai wilayah di Jawa Barat. Fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga ketersediaan air bagi masyarakat serta memastikan sektor pertanian tetap produktif di tengah ancaman kekeringan.
KDM menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kekeringan di sejumlah daerah adalah kondisi infrastruktur irigasi yang masih membutuhkan perbaikan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong peningkatan anggaran untuk rehabilitasi dan penguatan jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal.
Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan mesin pompa air yang akan dioptimalkan penggunaannya di wilayah-wilayah yang mengalami gangguan pasokan air irigasi. Pompa tersebut diharapkan mampu mengalirkan air dari sungai, embung, maupun sumber air lainnya ke lahan pertanian sehingga petani tetap dapat melakukan aktivitas tanam dan menjaga hasil panen.
Tak hanya sektor pertanian, KDM memastikan pemerintah daerah juga siap mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau. Pemerintah kabupaten dan kota diinstruksikan bergerak cepat apabila ditemukan wilayah yang mulai terdampak kekeringan.
Beberapa daerah yang selama ini berpotensi mengalami kekeringan, seperti Kabupaten Indramayu, sebagian wilayah Subang, dan Karawang, menjadi perhatian khusus karena memiliki persoalan jaringan irigasi yang kerap mengganggu pasokan air bagi lahan pertanian.
Langkah antisipasi ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang pada 2026 juga mempercepat program pompanisasi melalui penyediaan puluhan ribu unit pompa air untuk menjaga produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim dan musim kemarau.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para petani mampu meminimalkan dampak musim kemarau, menjaga ketahanan pangan, serta memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama periode kemarau berlangsung.
(Reina)
