ITime. Id Semarang – 1Agustus 2026 .Sebanyak 33 kabupaten dan kota di Jawa Tengah diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Berdasarkan prediksi Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah, musim kemarau tahun 2026 umumnya berlangsung selama 5 hingga 7 bulan, dengan sebagian wilayah mengalami curah hujan di bawah normal. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, meski beberapa daerah telah mulai mengalami kondisi kering sejak Juli.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menjaga cadangan air bersih, menghemat penggunaan air, serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan.
Daftar 33 Wilayah Jawa Tengah yang Berpotensi Mengalami Puncak Kekeringan
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Purbalingga
- Kabupaten Banjarnegara
- Kabupaten Kebumen
- Kabupaten Purworejo
- Kabupaten Wonosobo
- Kabupaten Magelang
- Kabupaten Boyolali
- Kabupaten Klaten
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Wonogiri
- Kabupaten Karanganyar
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Grobogan
- Kabupaten Blora
- Kabupaten Rembang
- Kabupaten Pati
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Jepara
- Kabupaten Demak
- Kabupaten Semarang
- Kabupaten Temanggung
- Kabupaten Kendal
- Kabupaten Batang
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Pemalang
- Kabupaten Tegal
- Kabupaten Brebes
- Kota Magelang
- Kota Salatiga
- Kota Surakarta
- Kota Semarang.
Selain kekeringan, musim kemarau panjang juga diperkirakan meningkatkan risiko gagal panen pada lahan tadah hujan, penurunan debit sungai, serta krisis air bersih di sejumlah desa yang bergantung pada sumber mata air.
BMKG mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak, menjaga kelestarian sumber air, tidak melakukan pembakaran lahan, serta terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.
(Reina)
